ZISWAF

ZISWAF

Zakat menjadi salah satu sumber dana untuk kepentingan pengembangan agama Islam.

Perhatian pemerintah terhadap lembaga zakat secara kualitatif mulai meningkat pada taun 1968. Pada tahun itu pemerintah mengeluarkan peraturan Menteri Agama No. 4 dan 5 Tahun 1968, masing-masing tentang pembentukan Badan Amil Zakat dan Baitul Mal (Balai Harta Kekayaan) ditingkat pusat, provinsi dan kabupaten.

Pengertian Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf 

Zakat adalah mengeluarkan harta berdasarkan nisab tertentu (batas harta minimal yang wajib dikeluarkan zakatnya), pada waktu tertentu dan dialokasinya untuk golongan tertentu, sehingga zakat merupakan cabangan shadaqah yang diatur paling detil mengenai apa, siapa, kapan, berapa dan bagaimana menyelenggarakannya.

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesunggunya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka.” (QS. 9. At-Taubah : 103)

dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. (QS. 51. Adz Dzariyat:19)

Infaq adalah seluruh bentuk pembelanjaan atau pengerahan potensi/kemampuan kita dalam bentuk materil maupun non materi seperti keilmuan, pemikiran, skill dan sebagainya untuk syiar/kepentingan islam. Ada yang hukumnya wajib, seperti nazar, kafarat dan ada pula yang sunah seperti bantuan bencana, dana kemanusiaan dan lainnya.

Shadaqah merupakan cakupan yang umum dan luas, seperti sabda Rasulullah SAW :

Dari Abu Hurairoh ra. “Setiap ruas tulang manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong seseorang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kakimu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan rintangan di tengah jalan adalah sedekah” (H.R. Bukhari & Muslim). Dalam hadist yang lain dikatakan setiap kalimat tasbih sedekah senyum kepada sesama muslim juga merupakan bentuk shadaqah.

 

Wakaf adalah menahan harta yang dapat dimanfaatkan dengan dijamin kelestariannya, digunakan untuk kebaikan, tidak melakukan tindakan hukum kepada benda tersebut,  tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan.

Zakat terdiri dari dua macam:

1)   Zakat fitrah

Zakat fitrah adalah sejumlah bahan makanan pokok yang dikeluarkan pada bulan ramadhan oleh setiap muslim bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya yang memiliki kelebihan makanan pokok untuk sehari pada hari raya Idul Fitri.

2)   Zakat harta

Zakat harta adalah bagian dari harta yang disisihkan oleh seorang muslim yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Syarat kekayaan itu dizakati antara lain milik penuh, berkembang, cukup nisabcukup haul,lebih dari kebutuhan pokok, bebas dari utang. Harta yang dikenakan zakat, yaitu emas, perak dan uang, perdagangan dan perusahaan, hasil pertanian dan perkebunan, hasil pertambangan, hasil peternakan dan hasil pendapatan dan jasa (zakat profesi).

Mungkin bisa dikasih gambar kaya

Penerima Zakat

  1. Fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
  3. Pengurus zakat: orang yang bertugas untuk mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan zakat.
  4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
  7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Pelaksanaan zakat didasarkan pada firman Allah dalam yang berbunyi:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. at-Taubah:60)

  1. Tujuan dan Hikmah Zakat

Tujuan pengelolaan zakat menurut amanah UU No. 38 Tahun 1999 adalah:

  1. Meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntutan agama.
  2. Meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
  3. Meningkat hasil guna dan daya guna zakat.

Hikmah zakat, yaitu:

  1. Menghindari kesenjangan sosial antara aghniya dan du’afa.
  2. Pilar amal jama’i antara aghniya dengan para mujahid dan da’i yang berjuang dan berdakwah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
  3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk.
  4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
  5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.
  6. Untuk mengembangkan potensi umat.
  7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam.

Ancaman bagi yang enggan berzakat :

Di dalam hartamu ada bagian zakat yang tidak dikeluarkan maka harta yang haram (harta zakat yang tidak dikeluarkan) akan menggerogoti/menghancurkan) harta halal yang kamu miliki.”  (HR. Bukhori, dari ‘Aisyah ra)

Selain penjelasan hadist tersebut yang mengatakan bahwa harta yang tidak kita zakatkan disebut sebagai harta haram yang nantinya akan menghancurkan harta halal yang lainnya. Selain itu terdapat hadist juga yang menjelaskan siksaan bagi orang yang enggan berzakat yaitu Rasulullah pernah bersabda,

Barangsiapa yang tidak membayar zakat yang wajib atasnya, (kelak) di Hari Kiamat akan dimunculkan baginya ular jantan yang memiliki bisa yang sangat banyak. Ular tersebut akan menarik kedua tangan orang itu dan berkata kepadanya, ‘Saya ini adalah harta dan kekayaan yang telah kamu kumpulkan di dunia.” (HR. Al-Bukhari).

HUKUM TIDAK BERZAKAT
Orang Islam yang telah wajib berzakat, tetapi tidak menunaikannya dan tidak meyakini kewajiban zakat, maka dia murtad dari agama ini dan menjadi orang kafir. Adapun jika masih meyakini kewajibannya, maka dia telah berbuat dosa besar, namun tidak kafir. Dalil tentang hal ini ialah hadits yang telah disampaikan di atas. Bahwa orang yang tidak berzakat akan disiksa sampai diputuskan hukuman pada hari kiamat, kemudian ia akan melihat jalannya menuju surga atau neraka. Jika ia telah kafir, maka pasti tidak akan menuju surga.

Kemudian penguasa kaum muslimin dapat mengambil secara paksa harta zakat orang yang tidak membayarnya dan separuh hartanya sebagai hukuman terhadap perbuatannya.

Penulis : Mia Khairunnisa (Wakil Kepala Biro Bisnis dan Proyek)

Sumber :

https://almanhaj.or.id/2653-ancaman-meninggalkan-zakat.html

https://muslim.or.id