PRESS RELEASE : KIEI 23

Oleh : Biro Bisnis dan Proyek IBEC FEB UI

 

Pada tanggal 24 November sampai 13 Desember 2020, telah berhasil dilaksanakan program kerja tahunan dari Islamic Business Economics Community Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (IBEC FEB UI), yaitu rangkaian acara Kuliah Intensif Ekonomi Islam (KIEI) yang tahun ini bekerja sama dengan bank bjb syariah dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom.  Acara ini diikuti oleh total ratusan orang dari berbagai institusi serta masyarakat umum.  KIEI merupakan salah satu upaya pertama untuk memperkenalkan ekonomi Islam di dunia akademis. Awalnya KIEI hanya memberikan kursus singkat tentang ekonomi Islam di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Seiring berjalannya waktu, ilmu ekonomi Islam telah menyebar ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan dari KIEI adalah untuk mengenalkan dan mempopulerkan ilmu ekonomi syariah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. 

 

Pada hari pertama rangkaian acara yaitu tanggal 24 November, dilaksanakan webinar dengan tema yang diangkat oleh KIEI kali ini adalah “Economic Crisis: Momentum For The Rise for Islamic Economy” yang bertujuan untuk menambah wawasan peserta mengenai peran dan fungsi islam dalam keadaan krisis ekonomi. Dalam sesi pertama diisi oleh Dr luqyan Tamani,Phd, CFP selaku Deputy Director KNKES. Beliau memaparkan materi mengenai “Rising Economic Well-Being Through Islamic Economy ”. Pada pemaparan ini juga beliau menekankan empat poin penting yaitu, 

  1. Islam dan Economic well-being : 

yang menjadi fokus ekonomi islam adalah maslahah terhadap kesejahteraan bersama. 

  1. Potensi ekonomi islam di Indonesia : 

banyaknya penduduk usia produktif, ekosistem ekonomi islam di Indonesia sudah berkembang dan sektor industri halal Indonesia sudah masuk 10 besar di global Islamic economy sector. Yang menjadi masalah  adalah kurangnya literasi tentang keuangan Syariah baik di sektor industri halal, pasar modal, zakat, wakaf. 

  1. Dampak covid 19 terhadap aktivitas ekonomi : 

Ekonomi menurun di berbagai bidang yang menyebabkan pengangguran dan kemiskinan yang meningkat, diharapkan nanti ekonomi islam lebih bergantung pada investasi keuangan dibanding konsumsi masyarakat. 

  1. Respon ekonomi islam Terhadap Krisis Pandemi Covid 19 :
  • Di Industri keuangan Syariah harus merubah fokus bisnis terhadap sektor yang akan berkembang pasca pandemic. 
  • Di industri halal fokus terhadap turis domestik.

 

Pada sesi kedua, diisi oleh Bembi Triawan Juniar selaku Co-founder & Chief Business Officer ALAMI Sharia. Beliau memaparkan materii tentang “Accelerating Islamic economy through financial technology”. Beliau telah menjelaskan bahwa terdapat Gap pembiayaan di Indonesia dimana kebutuhan pembiayaan umkm di Indonesia masih belum bisa dipenuhi oleh lembaga keuangan konvensional, contohnya kebutuhan pembiayaan UMKM yang memiliki gap 1,000 Triliun. Fintech atau financial technology terdiri dari aggregator, e-wallet, e-commerce sampai peer to peer (P2P) lending. P2P lending syariah sendiri adalah platform yg menjembatani langsung antara pendana ke penerima pembiayaan dengan prinsip syariah. Poin penting perbedaan P2P lending syariah dengan konvensional terdapat pada pengawas yang terdiri dari OJK dan DSN MUI, menjalani transaksi riil, marginnya tetap, tidak ada penalty keterlambatan, serta terdapat pembagian keuntungan dengan bagi hasil atau imbal jasa.

 

Rangkaian acara KIEI selanjutnya adalah Workshop, yaitu sebuah acara yang dapat memberikan skill langsung dalam praktek ekonomi islam dalam tingkat mikro. Acara ini dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama Sabtu, 28 November 2020 diisi oleh Farouk Abdullah Alwyni, MA (Pendiri dan direktur PT.Alwyni International Capital) yang membawakan materi mengenai proses perencanaan keuangan yang dapat dilakukan melalui:

  • Akumulasi Kekayaan

Adalah sebuah proses seorang individu menabung pada sesuatu yang dapat bertumbuh sebelum ia memasuki masa pensiun

  • Perlindungan Kekayaan dan Manajemen Risiko

Perencanaan keuangan yang baik harus dapat menggambarkan fondasi perlindungan kekayaan untuk membantu meminimalkan dampak peristiwa yang tidak terduga pada saat investor mengejar tujuan keuangan tertentu

  • Distribusi Kekayaan dan Manajemen Estate
  • Mekanisme Pendistribusian Harta dalam islam
  • Hibah
  • Waqaf
  • Wasiat (maksimal ⅓ dari jumlah harta)

Islam memandang manusia bukan sebagai pemilik harta duniawi, tetapi sebagai penjaga amanah Tuhan. Itulah mengapa cara kekayaan itu diperoleh dan dihabiskan adalah bagian dari yang akan dipertanggungjawaban manusia kepada Tuhan.

  • Pemurnian Kekayaan

Zakat adalah salah satu dari lima rukun ibadah Islam. Tujuannya adalah untuk membuat orang percaya dan sadar bahwa kekayaan tidak pernah sah di hadapan Tuhan, tanpa perhatian dan kesadaran akan hak dan kebutuhan orang lain yang ada dalam harta kita

 

Selanjutnya pada hari Minggu, 29 November 2020, Workshop kedua diisi oleh Indah Nurhabibah (Brand Manager IPOT Syariah) yang membawakan materi tentang bagaimana islam memandang investasi dan juga mengajarkan praktek mengenai Ipotfund.

  • Tentang Ipotfund

Reksa dana dari Indopremier, Ipotfund, disebut sebagai supermarket reksadana karena telah bekerja sama dengan lebih 40 perusahaan manajer investasi dan 250 lebih perusahaan reksadana sehingga menawarkan kemudahan bagi anda yang ingin melakukan diversifikasi dalam investasi reksadana. dengan kerjasama yang dilakukan dengan lebih 40 manajer investasi dan 250 lebih perusahaan reksadana, Ipotfund dapat dikatakan sebagai salah satu yang terlengkap di Indonesia.

  • Fitur Multiguna

Demi menunjang keinginan anda berinvestasi, Ipotfund menyediakan berbagai macam fitur yang siap membantu anda dalam merancang rencana investasi anda.

  • Tentang Memilih Manajer Investasi

Jika anda berinvestasi lewat manajer investasi untuk investasi jangka panjang sebaiknya anda membaca dan memahami lebih dahulu prospektus manajer investasi yang anda targetkan. hal ini agar anda benar-benar memahami prospektus manajer investasi targetan anda.

 

Rangkaian acara terakhir yang diadakan oleh KIEI 23 adalah Kuliah Intensif yang dilaksanakan selama empat hari yaitu pada tanggal 5, 6, 12, dan 13 Desember. Dalam acara ini peserta dapat belajar mengenai mata kuliah ekonomi islam serta diajarkan langsung oleh dosen-dosen yang berpengalaman di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Pembelajaran mata kuliah yang diajarkan seputar:

  • Pengantar Ekonomi Islam oleh Azizon, S.E, M.Sc.
  • Maqashid al-Syari’ah oleh Basuki Muhammad, M.S.M.
  • Konsep Umum Akad dalam Fiqih oleh Thuba Jazil, S.H.I, M.Sc.
  • Akad-Akad dalam Institusi Keuangan Islam oleh Ust. Rio Erismen, PhD
  • Fiqih, Riba, dan Gharar oleh Ust. Nur Fajri Romadhon
  • Pengantar Keuangan dan Perbankan Islam oleh M. Budi Prasetyo, M.S.M.
  • Sistem keuangan Islam oleh Jossy Prananta, PhD
  • Ekonomi, Zakat, dan Wakaf oleh Yusuf Wibisono, S.E, M.E.

 

Rangkaian acara KIEI 23 yang telah dilaksanakan sejak tanggal 24 November sampai 13 Desember 2020 ini berlangsung dengan lancar dan interaktif. Terdapat interaksi dua arah antara peserta dengan fasilitator melalui pemaparan materi yang diselingi dengan tanya jawab antara peserta dengan fasilitator. Kami, panitia KIEI 23 FEB UI, berterima kasih atas partisipasi dan kerja sama dari berbagai pihak untuk mensukseskan acara ini. Sampai jumpa pada Kuliah Intensif Ekonomi Islam (KIEI) selanjutnya!