Mengenal Faktor Penyebab Lambannya Perkembangan Ekonomi Islam

Mengenal Faktor Penyebab Lambannya Perkembangan Ekonomi Islam

Sebagian masyarakat Indonesia sudah menyadari bahwa ekonomi berbasis Syariah sedang berkembang pesat di Indonesia, hal tersebut juga didukung dengan berkembangnya perbankan syariah dan juga munculnya program pendidikan ekonomi syariah atau ekonomi Islam di perguruan tinggi di Indonesia. Namun, perkembangan ekonomi Islam di Indonesia sendiri tidak berjalan semulus apa yang sebelumnya diharapkan. Penulis akan merangkum beberapa faktor penyebab lambannya perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Berikut adalah ulasannya:

  1. Implementasi dari lembaga ekonomi atau keuangan syariah yang ada masih rendah

Walaupun sudah terdapat cukup banyak lembaga ekonomi atau keuangan berbasis syariah di Indonesia, namun dalam pelaksanaannya terkadang masih berbasis pada ekonomi konvensional. Mungkin hanya penamaannya saja yang berbeda. Akan tetapi, hal seperti itu sedikit demi sedikit mulai hilang. Walau belum sempurna sepenuhnya, kita patut mengapresiasi hal tersebut karena pada intinya mereka berusaha untuk menjadi lebih baik dan menuju jalan yang benar.

  1. Sosialisasi tentang ekonomi syariah atau ekonomi Islam yang belum optimal

Seperti pada pengantar, walau sudah banyak program pendidikan ekonomi Islam atau Syariah yang berdiri di perguruan tinggi ternama di Indonesia, tetapi sebagian masyarakat masih belum mengetahui apa itu sebenarnya ekonomi Islam. Sebagian dari mereka hanya mengetahui tentang riba itu diharamkan, tetapi ekonomi Islam bukan tentang riba saja tetapi jauh lebih rumit daripada perihal riba. Sosialisasi ini tidak hanya disampaikan kepada masyarakat awam saja tetapi juga kepada ulama, pondok pesantren, ormas, pengusaha, dan sebagainya, yang selama ini belum mengetahui secara detil apa dan bagaimana operasional dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya yang berbasis syariah walaupun mereka mengetahui dengan benar dari sisi fiqih dan syariah.

  1. Sumber daya manusia

Sumber daya manusia yang masih relatif kurang dikarenakan perbankan berbasis syariah sendiri belum lama berdiri di Indonesia (paling tidak, tidak selama bank konvensional). Maka dari itu dibutuhkan SDM yang berkualitas untuk pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Seperti pada pengantar, saat ini sudah banyak berdiri program pendidikan berbasis ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi. Tentunya kita mengharapkan produk dari lulusan program ekonomi Islam  merupakan lulusan yang berkualitas dan dapat mengembangkan dan menyebarluaskan ekonomi Islam, serta memajukan perekonomian bangsa Indonesia.

  1. Peraturan Perbankan

Bank tidak terdapat dalam sejarah Islam dan muncul pertama kali di daratan Eropa atau biasa disebut barat. Peraturan perbankan syariah berasal dari perbankan konvensional yang disesuaikan dengan prinsip-perinsip syariah. Peraturan perbankan syariah yang ada belm sepenuhnya mampu mengkoordinir operasional dari perbankan syariah. Ketentuan atau peraturan masih perlu disesuaikan lebih lanjut lagi agar perbankan syariah di Indonesia mampu beroperasional secara efektif dan efisien.

  1. Pandangan Masyarakat terhadap ekonomi Islam

Hingga saat ini kita harus mengakui bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang awam akan pandangan ekonomi, masih bergantung pada penerapan ekonomi konvensional. Sebagai contoh, kebanyakan pedagang kecil (asongan, pedagang kaki lima, pedagang pasar, dll.) lebih memilih mendapatkan modalnya dari para rentenir yang menerapkan bunga yang cukup tinggi. Mereka lebih memilih rentenir karena tidak memerlukan syarat yang menurut mereka ‘merepotkan’ seperti BMT atau sebagainya yang memerlukan jaminan dalam pelaksanaannnya.

  1. Ekonomi Konvensional lebih dahulu masuk ke Indonesia dan lebih dikenal

Dalam penerapannya masyarakat Indonesia sudah mengenal terlebih dahulu ekonomi konvensional. Dalam berbagai kegiatan seperti produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat Indonesia lebih cenderung menggunakan praktik ekonomi konvensional (seperti pada poin-poin sebelumnya). Maka dari itu, masyarakat Indonesia lebih sulit menerima ekonomi Islam karena dipandang ‘baru’ dibandingkan ekonomi konvensional yang di dalamnya terdapat gabungan dari kapitalisme dan juga terdapat paham sosialisme-nya.

Demikian 6 faktor penyebab lambannya perkembangan ekonomi Islam di Indonesia yang dirangkum dari sejumlah sumber. Penulis memiliki harapan bahwa lulusan-lulusan program pendidikan ekonomi Islam mampu mengatasi berbagai hambatan dalam mengembangkan ekonomi Islam dan mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Karena pada dasarnya, ekonomi Islam sangat memerhatikan hak serta kewajiban setiap pelaku ekonomi sehingga jika dijalankan dengan optimal maka kesejahteraan akan mampu terwujud.

Penulis : Muhammad Aditya Nugroho (Staff Biro Internal)

Sumber Referensi:

http://ekisopini.blogspot.co.id/2010/02/peluang-dan-kendala-pengembangan.html#!/tcmbck

https://ghaniachmady.wordpress.com/2015/01/11/penerapan-sistem-ekonomi-islam-di-negara-minoritas-muslim-studi-atas-wacana-singapura-sebagai-pusat-keuangan-islam-dunia/