Malaysian Student Study Case: Does Religiosity Have a Positive Impact on Academic Performance?

Oleh: Mulky Rizfy Izmul Azhom (Bisnis Islam 2020), Staf Departemen Penelitian IBEC FEB UI 2021

 

Latar Belakang

Beberapa waktu ke belakang, banyak ketertarikan di kalangan akademisi mengenai peran religiusitas dalam prestasi akademik siswa baik di sekolah menengah ( (I. A. Toldson & K. A. Anderson, 2010) (J. D. Reichard, 2011) maupun di perguruan tinggi (C. R. Line, 2005). Jika ditemukan hubungan positif antara religiusitas siswa dan prestasi akademik, diharapkan akan banyak langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan religiusitas siswa dengan mendorong lebih banyak keterlibatan dalam kegiatan keagamaan (S. T. B. Barnes, 2013).  Hal ini tak terlepas dari kuatnya komitmen seorang muslim untuk menjalani hidupnya sesuai dengan perintah-perintah Al-Qur’an dan As-Sunnah. 

Hal ini terbukti dengan ayat Al-Qur’an yang berbunyi: Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (Al-an’am : 162). Mengenai hubungan yang diharapkan antara religiusitas siswa dan prestasi akademiknya, ayat Al-Qur’an ini menjelaskan masalah ini,  “Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama (Orang-orang berilmu). Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (Al-Fatir: 28). 

Menerapkan ayat di atas dalam konteks penelitian ini, IPK merupakan ukuran dari pengetahuan siswa tentang prinsip-prinsip Islam; mereka yang memiliki IPK tertinggi paling banyak ilmunya, dan dengan demikian mereka harus paling takut kepada Allah; “Takut akan Allah” mewakili religiusitas. Dengan kata lain, semakin tinggi  IPK maka semakin tinggi religiusitasnya.

Dalam hadits, Allah memerintahkan untuk mengupayakan kesempurnaan dalam segala hal yang kita lakukan. Di perguruan tinggi, salah satu bentuk kesempurnaan tersebut adalah dengan memiliki IPK yang tinggi. Dengan memiliki IPK yang tinggi, seharusnya mahasiswa akan menampilkan tingkat tertinggi pula pada religiusitas sehingga religiusitas dan prestasi akademik akan berhubungan positif. 

Dalam konteks penelitian ini, religiusitas diartikan sebagai kekuatan komitmen seseorang terhadap ajaran Islam; dengan kata lain, kekuatan iman seorang Muslim. 

 

Tujuan 

Berdasarkan pemaparan perspektif di atas, diadakan penelitian kepada Mahasiswa Akuntansi IIUM untuk mengukur apakah terdapat korelasi antara nilai akademik dengan tingkat religiusitas mahasiswa.  Secara lebih rinci, penelitian ini berusaha untuk menganalisis peran religiusitas dalam memengaruhi performa akademik di kalangan mahasiswa akuntansi Muslim.

Penelitian ini diadakan oleh Umaru Mustapha Zubairu yang merupakan PhD Accounting candidate di International Islamic University Malaysia dan Olalekan Busra Sakariyau yang merupakan PhD di bidang Entrepreneurship di University of Malaysia, Sarawak. 

 

Metode

Penelitian ini menggunakan Spearman’s Rank Order Correlation. Spearman’s Rank Order Correlation adalah sebuah metode pengolahan data secara non-parametric (data memiliki distribusi tidak normal) untuk meneliti adanya korelasi dari dua variabel yang diukur berdasarkan peringkat setiap variabel. Data-data dikumpulkan melalui “The Muslim Accountant Moral Competency Test” atau “MAMOC” yang terdiri dari 3 sesi, yaitu sesi demografis, sesi religiusitas, dan juga sesi performa akademik. Terdapat total 15 pertanyaan yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk demografis, 4 pertanyaan untuk mengukur religiusitas, dan 1 pertanyaan untuk performa akademik melalui kuesioner.

Penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel religiusitas dan variabel performa akademik.. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa aktif Akuntansi tingkat sarjana, ,Muslim, dan berkuliah di International Islamic University Malaysia (IIUM). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 302 mahasiswa sebagai objek penelitian yang terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu mahasiswa tahun kedua, tahun ketiga, dan tahun keempat. 

 

Hasil Pembahasan

Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki IPK antara 3,01 dan 3,50 dengan menunjukkan bahwa rata-rata usia siswa berusia 21,93 tahun, dan memiliki rata-rata skor religiusitas sebesar 5,31 dari nilai maksimum 7.

Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa terdapat korelasi negatif sebesar -,004. Nilai korelasi tersebut bernilai tidak signifikan secara statistik. Pallant (SPSS survival manual, 2013) memberikan interpretasi kekuatan korelasi sebagai berikut: 0,10 hingga 0,29 (kecil); 0.30 hingga 0.49 (sedang); 0.50 hingga 1.0 (besar). Dengan demikian, koefisien korelasi sebesar -.004 tidak mencapai ambang batas korelasi kecil antar variabel sehingga memiliki implikasi berupa hampir tidak ada hubungan antara IPK mahasiswa dengan nilai religiusitasnya.

Tabel 1: Hubungan Antara IPK dengan Religiusitas

Lalu pada tabel 1 di atas, terdapat perbandingan religiusitas dan prestasi akademik siswa akademik berdasarkan tahun kuliah. Penelitian ini menyebutkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara kedua variabel untuk ketiga tingkatan mahasiswa. Korelasi tertinggi terjadi pada mahasiswa tahun terakhir dengan korelasi positif yang kecil sebesar 0,127.

Tabel 2: Korelasi Antara Skor Religiusitas Mahasiswa dengan IPK Berdasarkan Tingkatan Mahasiswa

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan hubungan negatif yang tidak signifikan antara variabel religiusitas dan kinerja akademik mahasiswa akuntansi Muslim di IIUM. Namun, di antara mahasiswa tahun terakhir, ada korelasi positif  tetapi tidak signifikan antara kedua variabel ini. Selain itu, beberapa penelitian lain menemukan bahwa religiusitas siswa benar-benar berkorelasi dengan kinerja akademik siswa Muslim dalam mata pelajaran tertentu seperti Sains (R. Khishfe & S. BouJaoude, 2016), Bahasa Inggris, (A. K. Oberoi, 2019), pendidikan Islam (J. Berglund, 2015), dan hukum (J. C. Canacan, 2014).

Meskipun kurangnya korelasi yang signifikan antara kedua variabel, performa akademik mahasiswa  memiliki hasil seperti yang diperkirakan semula. Sebanyak 83,77% siswa (253 dari 302) memiliki IPK 3,00 ke atas; 186 siswa memiliki CGPA antara 3,00 dan 3,50, dan 67 siswa memiliki CGPA di atas 3,5. Menurut sistem penilaian IIUM di Tabel 3 di bawah ini, sebagian besar siswa yang disurvei memiliki nilai minimal “B” dengan nilai rata-rata religiusitas siswa 5,31 dari 7.

Tabel 3: Sistem Penilaian Sarjana IIUM

 

Kesimpulan dan Saran

Islam menuntut agar umat Islam melakukan yang terbaik dalam upaya apapun yang mereka lakukan. Studi ini berusaha untuk mengeksplorasi seberapa baik mahasiswa akuntansi Muslim yang terdaftar di IIUM dengan mengeksplorasi hubungan antara religiusitas dan kinerja akademik mereka. Analisis statistik mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel, dengan hanya sedikit, hubungan positif yang ada antara religiusitas dan prestasi akademik pada mahasiswa tahun terakhir. Analisis statistik tidak memberikan gambaran lengkap tentang hubungan antara kedua variabel. Lebih dekat pemeriksaan mengungkapkan bahwa siswa sebenarnya memiliki tingkat religiusitas yang tinggi dan juga cukup baik pada akademik dengan lebih dari 80% dari mahasiswa mendapatkan nilai minimal “B”. Studi ini mengungkapkan bahwa ada kebutuhan untuk studi kualitatif yang lebih rinci di kalangan Muslim untuk lebih memahami apa peran religiusitas dalam pencapaian akademik. Selain itu, ada kebutuhan untuk menyurvei universitas-universitas lainnya untuk menentukan hubungan antara religiusitas siswa Muslim dan kinerja akademik mereka.

 

Referensi

[1] I. A. Toldson & K. A. Anderson, “Editor’s Comment: The Role of Religion in APromoting Academic Success for Black Students,” The Journal of Negro Education, pp. 205-213, 2010.

[2] J. D. Reichard, “Individual Religious Commitment and Interdisciplinary Academic Achievement: Student Religiosity as a Factor in a National Academic Competition,” Christian Perspectives in Education, vol/issue: 4(2), pp. 1-24, 2011.

[3] S. T. B. Barnes, et al., “Racial pride and religiosity among African American boys: Implications for academic motivation and achievement,” Journal of youth and adolescence, vol/issue: 41(4), pp. 486-498, 2012.

[4] C. R. Line, “The relationship between personal religiosity and academic performance among LDS college students at Brigham Young University,” 2005. Retrieved from http://docs.lib.purdue.edu/dissertations/AAI3185795/.

[5] M. Taghavinia & M. Motavassel, “The Relationship between Religiosity and Academic Achievement in Students of Tehran University of Medical Sciences,” Iranian Journal of Medical Education, vol/issue: 15(1), pp. 19-26, 2015.

[6] U. M. Zubairu & O. B. Sakariyau, “The Relationship between Religiosity and Academic

Performance amongst Accounting Students,” International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) pp. 165~173.  2016

[7] R. Khishfe & S. BouJaoude, “Lebanese Students’conceptions Of and Attitudes towards Science and Related Careers Based On Their Gender and Religious Affiliations,” International Journal of Science and Mathematics Education, vol/issue: 14(1), pp. 145-167, 2016.

[8] K. L. Haboush & H. Alyan, “Enhancing School Climate and School Connectedness,” Handbook of Arab American Psychology, pp. 318-329, 2015.

[9] R. Kumar, et al., “Immigrant Arab adolescents in ethnic enclaves: Physical and phenomenological contexts of identity negotiation,” Cultural Diversity and Ethnic Minority Psychology, vol/issue: 21(2), pp. 201-212, 2015.

[10] M. M. Amer & G. H. Awad, “Critique of the Existing Literature and Visions for the Future,” Handbook of Arab American Psychology, pp. 414-429, 2015.

[11] A. K. Oberoi, “Academic Achievement and Psychological Distress among Muslim Adolescents Attending Public High Schools,” Doctoral dissertation, University of San Francisco, 2014. Retrieved from https://indigo.uic.edu/bitstream/handle/10027/18831/Oberoi_Ashmeet.pdf?sequence=1.

[12] J. Berglund, “Publicly Funded Islamic Education in Europe and the United States,” 2015. Retrieved from

http://www.diva-portal.org/smash/get/diva2:800459/FULLTEXT01.pdf.

[13] J. C. Canacan, “The Study of Law Perspective to Family Relationship and Academic Performance in Madrasah-General Santos City, Philippines,” Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014.

Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/31516/2/2._CHAPTER_I.pdf.