Displaced Commercial Risk, apakah sebuah ancaman bagi Bank Islam?

Displaced Commercial Risk, apakah sebuah ancaman bagi Bank Islam?

Oleh : Tawfiq Salam Ikhtianto – Kepala Departemen PSDM IBEC 2017 (BI 2017)

Displaced Commercial Risk (DCR) adalah sebuah risiko yang harus dihadapi bank Islam atau institusi keuangan Islam lainnya dimana keduanya harus tetap kompetitif dan menahan tekanan komersil dengan memberikan return diatas normal atau melebihi rate yang sesungguhnya. Hal ini dilakukan agar para investor/penabung tidak menarik kembali uangnya atau menutup akunnya pada bank. Pada dual banking system DCR akan menjadi sebuah ancaman yang nyata bagi bank Islam karena adanya kompetisi dari sistem bunga yang ditawarkan oleh bank konvensional. Ketika bank Islam menawarkan tingkat bagi hasil yang lebih rendah ketimbang bunga bank konvensional, nasabah dikhawatirkan meninggalkan bank Islam dan beralih kembali ke bank konvensional.

IFSB mengategorikan DCR sebagai risiko khusus yang harus dihadapi oleh bank Islam sebagai konseskuensi dari risiko tingkat pengembalian hasil usaha dimana bank Islam memiliki kewajiban untuk membayar pengembalian hasil usaha melebihi yang semestinya ketika tingkat bagi hasil berada dibawah tingkat bunga yang ditawarkan oleh kompetitor sebagai usaha mempertahankan investor. Keputusan Bank Islam untuk memberikan haknya atau bagianya sebagai mudharib kepada investor dikategorikan sebagai kebijakan komersil. Haron dan Hock (2007) menjelaskan bahwa DCR dapat terjadi ketika uang diinvestasikan dalam bentuk asset dalam akad murabahah atau ijarah dengan long term maturity dimana tingkat bagi hasilnya bisa menjadi tidak kompetitif jika dibandingkan dengan produk investasi alternatif lainnya.

Hal berbeda akan terjadi jika para investor atau pemilik tabungan memilih bank Islam karena faktor religiusitas, tentunya mereka akan memilih mempertahankan investasinya agar terhindar dari riba’ di bank konvensional. Berdasarkan studi yang dilakukan ditemukan bahwa DCR dapat dijumpai pada hampir seluruh produk pembiyayaan bank Islam di Indonesia. Mudharabah menjadi produk pembiayaan yang paling rentan terkena DCR. Hal ini yang kemudian menutut bank Islam untuk melakukan inovasi terkait produk-produknya dengan tetap memerhatikan aspek keislaman didalamnya. inovasi yang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan ketertarikan pelanggan dan investor dengan mempertahankan struktur pembiayaan yang adil dan menguntungkan. Inovasi ini tidak hanya terbatas pada tingkat bagi hasil yang diberikan, namun juga pada pelayanan, fasilitas dan fitu-fitur lainya yang juga dibutuhkan oleh para pelanggan bank Islam.

DCR dapat diantisipasi oleh bank Islam dengan menetapkan cadangan tertentu seperti Profit Equalization Reserve (PER) dan Investment Risk Reserve (IRR).

  • Profit Equalization Reserve (PER)

Menurut standar The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) PER adalah sebagian dari pendapatan kotor dari pendapatan murabahah yang dikeluarkan/disisihkan , sebelum mengalokasikannya ke bagian mudharib dengan tujuan untuk memberikan return/hasil yang lebih merata kepada pemilik rekening dan pemegang saham.

  • Investment Risk Reserve (IRR)

Sebagian dari pendapatan investor yang disesuaikan dengan cara mengurangi bagian dari pendapatan mudharib yang bertujuan untuk menutupi kerugian-kerugian di masa yang akan datang pada sebuah investasi yang dibiayai dengan skema pembiayaan berbentuk/berakad bagi hasil.

Dalam sebuah kuliah tamu mata kuliah Manajemen Perbankan Islam Dr. Dalal Assouli menyampaikan “The reason of developing Islamic Economics is not to compete with the conventional one, but to mitigate all of the risk and shortcomings they have”. Dari kalimat tersebut kita dapat menyadari bahwa tujuan terbentuknya ekonomi Islam bukan semata-mata untuk menyaingi sistem ekonomi konvensional yang berkembang di masyarakat umum saat ini, melainkan untuk memberikan pencerahan dan membetulkan segala kelemahan yang dimilki oleh sistem ekonomi konvensional saat ini.

Referensi         :

http://investment-and-finance.net/islamic-finance/tutorials/profit-equalization-reserve-versus-investment-risk-reserve.html

https://www.researchgate.net/profile/Ascarya_Ascarya/publication/289607155_Displaced_commercial_risk_Empirical_analysis_on_the_competition_between_conventional_and_islamic_banking_systems_in_Indonesia/links/57283caf08aef9c00b8b57fa/Displaced-commercial-risk-Empirical-analysis-on-the-competition-between-conventional-and-islamic-banking-systems-in-Indonesia.pdf

https://www.academia.edu/15158347/Determinants_of_Displaced_Commercial_Risk_in_Islamic_Banking_Institutions_Malaysia_Evidence?auto=download

https://mpra.ub.uni-muenchen.de/38706/1/Final_Draft-Risk_managment_in_islamc_banks.pdf

https://www.kompasiana.com/liwaganteng/profit-equalization-reserve-per-dan-investment-risk-reserve-irr-dan-idealisme-ber-bank-syariah_550f6a00a33311af35ba7ea5