The Social Costs and Benefits of Gambling: An Introduction to Economic Issues

INSPIRE

The Social Costs and Benefits of Gambling: An Introduction to Economic Issues

Al-Baqarah ayat 219

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبيِّنُ اللّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

yas-aluunaka ‘ani alkhamri waalmaysiri qul fiihimaa itsmun kabiirun wamanaafi’u lilnnaasi wa-itsmuhumaa akbaru min naf’ihimaa wayas-aluunaka maatsaa yunfiquuna quli al’afwa kadzaalika yubayyinu allaahu lakumu al-aayaati la’allakum tatafakkaruuna

Artinya:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.

Pendahuluan

Di dalam Alquran, gambling atau berjudi dikatakan sebagai suatu dosa besar besandingan dengan khamr(arak). Tak hanya sebagai dosa besar, selanjutnya bahkan turun pelarangan kegiatan berjudi dalam Al-Maidah ayat 90. Di saat yang sama, sebagaimana kita ketahui bahwa kegiatan judi juga masih terus berlangsung di berbagai tempat. Bahkan, terdapat wilayah khusus pusat perjudian yang terkenal akan kemegahannya seperti di Las vegas, Macau, dan Singapore. Kegiatan perjudian disana telah menjadi ikon, daya tarik, dan juga dikatakan sebagai penunjang perekonomian daerah-daerah tersebut.

Namun, tentu terdapat alasan mengapa muncul penekanan terhadap dosa keduanya dibanding manfaatnya. Lalu, apa maksud dari manfaat yang tertera dalam ayat diatas? Manfaat seperti apa yang dihasilkan oleh perjudian? Lalu, bagaimana sesungguhnya dampak dari judi dalam perspektif sosio-ekonomi? Dan bagaimana keburukan dari perjudian jauh mengungguli manfaat yang muncul? Berikut penjelasannya

Pengertian

1 . Gambling atau yang bisa disebut judi menurut bahasa sebagaimana tertera dalam KBBI adalah  permainan dengan memakai uang atau barang berharga sebagai taruhan (seperti main dadu, kartu). Pengertian lain menurut New York Penal Law (Hukum Pidana NY) adalah ketika seseorang mempertaruhkan atau mengambil risiko sesuatu yang bernilai terhadap hasil dari sebuah kontes kebetulan atau peristiwa kontingen masa depan yang tidak berada di bawah kendali atau pengaruhnya atas kesepakatan atau pemahaman bahwa dia akan menerima sesuatu yang bernilai dalam hasil tertentu. (When someone stakes or risks something of value upon the outcome of a contest of chance or a future contingent event not under his control or influence, upon an agreement or understanding that he will receive something of value in the event of a certain outcome). Sedangkan menurut seorang ulama Ibnu Hajar al-Makki rahimahullah, Al-Maisir (judi) adalah taruhan dengan jenis apa saja [Az-Zawâjir ‘an Iqtirâfil Kabâ‘ir, 2/200].

Sisi positif

  1. Judi disebutkan memiliki manfaat. Dalam cakupan ekonomi, salah satu manfaat yang muncul dari judi adalah pendapatan pajak oleh pemerintah. Dalam Jurnal The Social Costs and Benefits of Gambling: An Introduction to the Economic Issues(2003) dikatakan bahwa banyak wilayah hukum yang menerima pendapatan besar dari kegiatan perjudian—bisa melebihi/kurang dari pengeluaran publik untuk perjudian tersebut. Selain itu, terdapat contoh dimana pemerintah menerima pendapatan dengan menjadi penyedia langsung kesempatan berjudi melalui state lotteries atau state-run casinos.

 

  1. Untuk beberapa negara, perjudian menyumbang proporsi signifikan dalam neraca pembayaran melalui bidang pariwisata. Jika pariwisata ini berasal dari luar negeri, pembatasan perjudian dalam negeri hanya dapat menyebabkan pengalihan belanja turis ke negara lain sehingga penurunan perjudian tidak akan menimbulkan kompensasi efek pengeluaran domestik. Perjudian dengan bentuk kasino berkontribusi pada pariwisata di tempat-tempat seperti Macau, Las Vegas, & Singapura.
  1. Bagi kebanyakan penjudi, judi adalah sebuah hiburan. Mungkin tidak ada hasil fisik permanen dari perjudian tapi ini tidak berbeda dengan bentuk penyediaan layanan atau hiburan lainnya. Lebih lanjut, teori ekonomi menghargai consumption benefits sesuai dengan nilai “surplus konsumen”-perbedaan antara apa yang konsumen mau bayar untuk kebaikan atau layanan tertentu dengan apa yang sebenarnya harus mereka bayar. Namun, surplus konsumen adalah keuntungan pribadi, bukan keuntungan sosial.

Sisi Negatif

  1. Namun, dibalik manfaat perjudian terdapat bahaya besar. Salah satunya yang disebut problem gambling . Dalam Jurnal The Social Costs and Benefits of Gambling: An Introduction to the Economic Issues(2003) dinyatakan bahwa definisi ekonom tentang problem gambling seharusnya “Bagian dari aktivitas perjudian yang menyebabkan masalah di daerah seperti kejahatan, kesehatan, hubungan interpersonal dan urusan keuangan, melibatkan pengenaan biaya sosial”. Lebih lanjut, Perjudian seperti kecanduan lainnya menjadi perilaku dominan dalam psikologi manusia dengan beberapa sebutan seperti “Problem Gambling”, “Gambling Addicts”, “Compulsive Gambling”, & “Pathological Gambling”.
  1. Ada biaya moneter dan sosial / nonmoneter yang terkait dengan problem gambling. Biaya moneter termasuk uang yang dihabiskan untuk A) pengobatan dan pencegahan; B) pemolisian, penuntutan, penahanan, dan masa percobaan untuk kejahatan terkait perjudian; C) Keterlibatan lembaga kesejahteraan anak untuk masalah perjudian dalam keluarga; dan D) pembiayaan pengangguran dan produktivitas yang hilang karena masalah pekerjaan akibat perjudian.
  1. Sedangkan untuk biaya sosial meliputi hal-hal seperti masalah kesehatan mental, bunuh diri, masalah keluarga / hubungan, perceraian, dan potensi pemodelan perjudian yang berlebihan antargenerasi.
  1. Lebih lanjut, perilaku berjudi menjadi semakin bermasalah ketika semakin mendekati kriteria diagnostik untuk judi yang telah menjadi candu, dimana perilaku tersebut bersifat maladaptif dan berkelanjutan sehingga menimbulkan rangkaian permasalahan lanjutan, seperti usaha terus-menerus untuk bertaruh meski telah kalah berkali-kali, mengalami masalah keuangan, hubungan interpersonal, pekerjaan, dan lain sebagainya (American Psychiatric Association, 1994)
  1. Menurut sebuah studi oleh Emotional Neuroscience Center di Massachusetts,

hadiah uang tunai dalam percobaan seperti perjudian menghasilkan aktivasi otak yang sangat mirip dengan yang diamati pada pecandu kokain yang menerima infus kokain. Studi ini menunjukkan bahwa faktor risiko lebih banyak berpengaruh pada pecandu judi. Mereka bertahan meskipun memiliki konsekuensi negatif yang sama, perbuatan tersebut terkait dengan ketidakpekaan terhadap hukuman atas kehilangan atau hipersensitivitas terhadap hadiah yang jarang didapatkan. Masalah psikologis inilah yang menjadi  akar penyebab masalah sosial lainnya.

  1. Sejumlah studi yang dilakukan pada perilaku pecandu judi menemukan bahwa kelainan tersebut secara langsung berkontribusi terhadap kejahatan seperti penipuan, pemalsuan, perampokan, pencurian. Hal ini karena tingginya aktivitas berjudi akan mengakibatkan akses terhadap uang menjadi lebih terbatas sehingga penjudi sering kali melakukan kejahatan untuk membayar hutang, menenangkan bandar judi, mempertahankan performa judi, dan mengumpulkan lebih banyak uang untuk dipertaruhkan.
  1. Sebuah studi oleh Blaszczynski dan Silove (1996) mengungkapkan bahwa perilaku kriminal di kalangan penjudi remaja mungkin lebih lazim terjadi daripada penjudi dewasa, sebagian karena kaum muda memiliki sedikit pilihan untuk mendapatkan dana dan kerentanan yang lebih besar terhadap tekanan sosial di kalangan teman judi.
  1. Masalah lain yang jarang dicatat adalah mengenai pengangguran di kalangan pecandu judi. Dalam salah satu dari sedikit penelitian yang membahas kebangkrutan, Ladouceur dkk. (1994) menemukan bahwa 28 persen dari 60 pecandu judi yang menghadiri Gamblers Anonymous melaporkan bahwa mereka membukukan kebangkrutan atau melaporkan hutang sebesar $ 75.000 sampai $150.000.
  1. Masalah perjudian juga mempengaruhi pasangan intim, serta anggota keluarga lainnya termasuk anak-anak, orang tua, saudara kandung dan kakek-nenek. Gangguan hubungan keluarga, masalah emosional, dan kesulitan keuangan adalah beberapa dampak paling umum pada anggota keluarga orang-orang dengan masalah perjudian. Misalnya, data dari Australian national online gambling support service menemukan bahwa anggota keluarga paling mungkin melaporkan masalah tekanan emosional (98%), dampak negatif pada hubungan mereka dengan penjudi (96%), dampak negatif pada kehidupan sosial mereka (92% ) Dan kesulitan keuangan (91%), diikuti oleh berkurangnya kapasitas kerja (84%) dan masalah kesehatan fisik (77%) (Dowling, Rodda, dkk., 2014).
  1. Ada bukti konsisten tentang hubungan antara masalah perjudian dan kekerasan keluarga. Berdasarkan tinjauan sistematis, lebih dari separuh orang dengan masalah perjudian (56%) melaporkan melakukan kekerasan fisik terhadap anak-anak mereka (Dowling dkk., Dalam pers). Selain itu, beberapa studi Australia baru-baru ini menemukan bahwa sepertiga sampai satu setengah (34-53%) orang dengan masalah perjudian dan anggota keluarga mereka melaporkan beberapa bentuk kekerasan di dalam keluarga dalam 12 bulan sebelumnya (korban (27-41%) , pelaku (23-33%); Dowling, Jackson et al., 2014; Suomi et al., 2013). Dalam penelitian ini, orang tua, pasangan, dan mantan pasangan merupakan pelaku dan korban kekerasan keluarga yang paling umum.
  1. Selain itu, anak-anak dari orang-orang dengan masalah perjudian terkena berbagai faktor penekan (stressor) keluarga termasuk kekurangan finansial dan emosional, isolasi fisik, hukuman, pengabaian / pelecehan orangtua dan penolakan, peranan yang buruk, konflik keluarga, dan keamanan serta stabilitas yang berkurang (Darbyshire , Oster, & Carrig, 2001)
  1. Lorenz dan Yaffee (1988) menemukan bahwa pasangan dari pecandu judi menderita sakit kepala kronis, masalah perut, pusing, dan kesulitan bernapas, disamping masalah emosional, depresi, dan isolasi. Studi lain menemukan bahwa hubungan yang kurang baik antara penjudi patologis dengan anggota keluarga mereka kemudian berujung kepada tindakan menyakiti diri sendiri.
  1. Dari tinjauan tersebut, dapat dikatakan bahwa keburukan dari perjudian sesungguhnya melampaui manfaat yang diberikan. Biaya sosial yang terkait dengannya jauh melebihi manfaat ekonomi darinya. Misalnya, di Amerika Serikat di mana sebagian besar bentuk perjudian dilegalkan, terdapat penderitaan akan biaya sosial seperti masalah individu dan sosial, masalah keuangan, hutang, kejahatan, dan masalah keluarga seperti yang dijelaskan sebelumnya. Studi Dampak Perjudian Nasional di Amerika Serikat, dimana perjudian dibuat legal mengungkapkan bahwa hasil akhir dari perjudian dapat menghancurkan para penjudi dan keluarga mereka. Studi ini menunjukkan bahwa dua dari tiga pecandu perjudian akan terlibat dalam tindakan ilegal untuk membayar hutang perjudian mereka. Selanjutnya, ada juga sejumlah besar tekanan yang diberikan pada keluarga untuk membayar hutang dan tagihan yang telah diakumulasikan oleh pecandu akibat perjudian.
  1. Perjudian legal menghambat pengembangan manusia; pun judi ilegal. Sumber daya manusia secara langsung menjadi terpengaruh oleh dorongan untuk mendapatkan lebih banyak uang tanpa usaha sesungguhnya melalui kerja keras.

Dengan demikian dapat kita pahami bahwa gambling memang memiliki manfaat namun sisi negatif (mudharat) yang diakibatkan oleh gambling lebih mendominasi. Manfaat yang dihasilkanpun jika ditinjau lebih lanjut merupakan manfaat yang bersifat keduniawian, sedangkan dalam islam kita dianjurkan untuk tidak terlalu mencintai keduniaan karena itu melalaikan dari ibadah kepada allah, adapun kesenangan kehidupan dunia merupakan kesenangan yang menipu, dan pada akhirnya semua akan dipertanggungjawabkan pada hari pembalasan nanti. Wallahu A’lam bishawab

Referensi

Collins, D., & Lapsley, H. (2003). The Social Costs and Benefits of Gambling : An Introduction to the Economic Issues. Journal of Gambling Studies, 19(2), 123–148.

Bhadauria, S. S. (n.d.). Criminalization of gambling in india. Journal On Contemporary Issues of Law (JCIL), 2(11), 1–11.

Dowling, N. (2014). The impact of gambling problems on families. AGRC DISCUSSION PAPER, (1), 1–12.