Rasionalisasi dibalik Pelarangan Riba

Referensi: Interest in Islamic Economics

Editor: Abdul Kader Thomas (2006)

Bab: Why Has Islam Prohibited Interest? Rationale Behind Prohibition of Riba.

Penulis: M. Umer Chapra

 

  • Pertumbuhan optimal dan full employement
    • Ketika bunga ditiadakan maka masyarakat tidak bisa lagi mengharapkan return dari saving. Hal ini menyebabkan masyarakat akan mencari cara lain untuk menggandakan uang tabungannya, yaitu dengan investasi. Ketika masyarakat banyak berinvestasi maka pertumbuhan nasional pun akan meningkat.
    • Salah satu alternatif untuk berinvestasi tanpa unsur riba adalah dengan skema Profit-Loss Sharing (PLS). ketika tabungan deposito dan investasi dikaitkan dengan skema PLS untuk memproduktifkan dana yang ada, maka akan banyak membantu para entrepreneur untuk mengembangkan usaha lewat suntikan modal. Maka dari itu, skema PLS ini dapat memproduktifkan para entrepreneur dikalangan masyarakat sehingga berimplikasi terhadap kenaikan investasi dan penurunan unemployement, sehingga pada akhirnya akan memicu pertumbuhan nasional yang lebih baik.
  • Distribusi kekayaan yang adil
    • Dalam intermediasi keuangan yang menggunakan interest-based tidak mampu membiayai perusahaan ataupun modal ventura kecil dikarenakan ketidakmampuan mereka dalam menyediakan jaminan atas pinjaman yang sesuai. Sehingga, alur distribusi keuangan dari perbankan hari ini hanya berputar dikalangan cash-rich companies.
    • Karena kegiatan interest-based financing dilarang dalam Islam, maka penggunaan equity-based financing lebih ditekankan. Bank Islam menggunakan proyek yang dibiayai sebagai dasar pembiayaan dan juga sebagai jaminan atas pinjaman, sehingga setiap proyek pembiayaan dari berbagai level ekonomi mempunyai potensi yang sama untuk menghasilkan profit dan juga
  • Stabilitas ekonomi
    • Instrumen investasi berbasis bunga, apalagi yang menggunakan short-term debt akan meningkatkan spekulasi, baik dalam pasar mata uang, saham, ataupun komoditas. Short-term debt juga dapat meng-klaim kembali dana investasi dengan mudah namun pembayaran ulangnya bisa jadi sulit karena instrumennya bersifat long-term dan masa pemulihan modal yang lama. Kedua hal ini yang menyebabkan semakin besarnya tendensi untuk terjadinya krisis keuangan. Maka dari itu, penggunaan short-term debt yang berlebihan tidak baik.
    • Pengguaan sistem finansial equity-oriented dapat mengurangi instabilitas dari perekonomian. Ketika bank menggunakan skema PLS, maka sisi aset dan liabilitas dalam laporan keuangan akan mengalami penyesuaian dengan segera. Maka dari itu, kebergantungan dengan equity akan meingkatkan stabilitas ekonomi.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *