PRESS RELEASE : Event IESS 2020

Oleh : Biro Eksternal IBEC FEB UI 2020

WEBINAR

Oleh: Divisi Event IESS 2020

Pada tanggal 13 November 2020 telah dilaksanakan salah satu rangkaian acara Islamic Economic Student Summit (IESS) 2020 yaitu Webinar Nasional IESS 2020 dengan tema Kesehatan atau Perekonomian : Manakah yang Lebih Penting? Urgensi Pendistribusian Ziswaf di Era Pandemi. Webinar kali ini dilaksanakan secara daring (online) dengan menggunakan platform Zoom Meeting. Webinar IESS kali ini dihadiri oleh dua pembicara yaitu Bapak M. Arifin Purwakananta, selaku Head Director of BAZNAS dan Bapak Ahmad Juwaini, selaku KNEKS Director of Islamic Social Funds. Webinar IESS 2020 dipandu dengan moderator oleh Farras Farhan, mahasiswa FEB UI 2017. Webinar ini dihadiri kurang lebih sebanyak 195 peserta yang telah mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui bit.ly/WebinarIESS2020. 

Webinar ini berlangsung pada pukul 14.00 – 16.00 WIB. Dimulai dengan pemutaran lagu Indonesia Raya, kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Dzulfikar Al-Anshary, lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Umum IBEC FEB UI 2020, Galih Damar Dwiatmaka, dan dilanjutkan dengan pengenalan moderator webinar oleh MC. Sesi berikutnya adalah pemaparan CV dari masing-masing pembicara dan presentasi materi oleh kedua pembicara secara bergantian.

         Pada sesi pertama diberikan oleh Bapak M. Arifin Purwakananta. Tren kasus Covid-19 masih terus naik, mengakibatkan krisis berbagai bidang, diharapkan dapat recovery dan menjalankan new normal yang lebih baik. Dalam menjalankan zakat sebagaimana insan yang baik, kita percaya bahwa Allah SWT. menyiapkan segala hal yang terbaik, sehingga kita harus tetap optimis dalam penanganan pandemi Covid-19.

BAZNAS melakukan banyak tugas ketika bencana berlangsung, kebanyakan yang membantu terlebih dahulu ialah masyarakat, dalam hal ini sukarelawan, dibandingkan dengan pemerintah. Sehingga kemudian BAZNAS berfokus pada peran umat Islam dalam menangani bencana ini.

SGD’s dapat tercapai melalui kegiatan yang dilakukan BAZNAS. Fokus BAZNAS ialah pengelolaan zakat terhadap Covid-19 ini. Covid-19 menyebabkan permasalahan yaitu meningkatnya kemiskinan. Akibatnya, masyarakat yang sering berbuat baik (ziswaf) belum dapat menyalurkan kekayaan mereka seperti sebelum pandemi terjadi.

Terkait dengan kesehatan dan ekonomi, mana yang harus didahulukan, memiliki fokus kaitannya. Kesehatan sangat berkaitan dengan nutrisi, dan nutrisi dikaitkan dengan makan untuk memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut terdapat peran ekonomi di dalamnya, sehingga jika nutrisi tidak tercukupi kesehatan pun terganggu. Dengan demikian, kaitan tersebut menunjukkan hubungan antara ekonomi dan kesehatan.

Penanganan kemiskinan bukan hanya terpaku pada ekonominya saja. Hal ini dapat dilihat dari 3 hal yaitu, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Status keluarga dalam masyarakat mempengaruhi keadaan ekonominya. Suatu keluarga mungkin tidak dapat berkembang jika keadaan ekonominya sulit.  Hal ini disebabkan mengakses fasilitas akibat terkendala faktor ekonomi dan advokasi. Keadilan sosial bagi orang-orang miskin seharusnya fasilitas tersedia dan dapat diakses oleh semua orang karena semua faktor penting dalam mengentaskan kemiskinan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan dan saling melengkapi, tidak bisa mendahului dan didahului karena sama pentingnya.

Dampak dari pandemi Covid-19 sangat banyak, salah satunya warung atau bisnis tutup. Dampak paling besar adalah daya beli masyarakat berkurang, sehingga memunculkan masalah lainnya. Konsumsi masyarakat harus dibantu karena hal ini merupakan pemantik dalam membangkitkan UMKM. 

4 resiko di lapangan:

  1. Ongkos produksi naik dan harga jadi naik
  2. Gagal bayar kredit, cash flow tdk sesuai
  3. Turun jumlah pembeli
  4. Terpapar Covid-19

Peran zakat adalah mendorong konsumsi masyarakat miskin akibat transfer kekayaan dari masyarakat kaya agar dapat mendorong perekonomian. Sehingga zakat sebagai jalan keluar agar tetap dapat melakukan kegiatan ekonomi. Penyaluran zakat kemudian dibagi menjadi 2,  yaitu ekonomi dan kesehatan. Penyaluran ini sudah terlaksana dengan program yang bersifat promotif 38% maupun kuratif 62%. Dana penggerakan BAZNAS macet karena dialihkan ke penanganan Covid. Meskipun begitu, program bantuan Covid-19 tidak menghambat program reguler atau program yang sudah ada sebelum Covid-19.

Beberapa kendala dirasakan oleh BAZNAS yaitu, penyaluran, pengumpulan, pengoperasian, dan lain-lain. Kesulitan pengumpulan dana karena tidak adanya forum/mall/pengajian. Kendala terbesar ialah penyaluran dan pengumpulan.

Bantuan yang telah dilakukan BAZNAS dalam membantu penanganan Covid-19 ini ialah bantuan penyuluhan warung untuk mengetahui protokol Covid hal ini berupa menyebarkan tempat cuci tangan dan juga pamflet protokol kesehatan, agar pelanggan tetap berbelanja di warung tanpa khawatir. BAZNAS juga mempekerjakan masyarakat yang terdampak akibat PHK sebagai tenaga penyemprotan disinfektan. Selain itu, BAZNAS menyelenggarakan kelas online bagi masyarakat yang terdampak akibat PHK untuk membuka usaha online. Salah satu fasilitas belanja online oleh UMKM yaitu zmart. Dengan hal ini, BAZNAS memberdayakan bisnis mikro dan mengembangkan produk sehingga bisnis dapat terus berjalan. 

Kemudian pemaparan materi dilanjutkan oleh Bapak Ahmad Juwaini pada sesi kedua. Terdapat efek domino akibat dari Covid-19 ini, yaitu kesehatan, ekonomi, sosial, dan keuangan. Hal ini dikarenakan pengalokasian dana untuk keperluan lain banyak dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Dalam penanganan Covid-19 dibutuhkan fasilitas yang memadai seperti fasilitas kesehatan. Namun realitanya di Indonesia, rasio tempat tidur rumah sakit adalah 1:1000 penduduk. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia tidak siap dalam pandemi Covid-19 maupun krisis kesehatan lainnya yang muncul di masa depan. Maka, dibutuhkan 100.000 lebih tempat tidur rumah sakit tambahan untuk memenuhi standar yang baik.

Laju pertumbuhan ekonomi menurun pada tahun 2020, Q1 5%, Q2 -5%, Q3 -3%. Diharapkan pada akhir tahun nanti, pertumbuhan ekonomi dapat membaik. Selain itu, terdapat peningkatan kelompok masyarakat miskin dan pengangguran di indonesia. Terjadi peningkatan masyarakat miskin sebesar 6,61% dari paruh II 2019 ke paruh I 2020 dan diperkirakan akan menjadi 12,37% pada akhir tahun.

Sangat dibutuhkan tambahan dana dari dana gotong royong (sumbangan-sumbangan) agar dapat menekan peningkatan kemiskinan yang terjadi. Peran dana ziswaf, diperlukan untuk membantu masyarakat miskin. Fungsinya untuk pemenuhan kebutuhan pokok, dan juga akses internet melalui zakat. Selain zakat, pemenuhan infak dan wakaf harus digencar untuk pemberian modal usaha bagi mereka yang telah melewati garis kemiskinan (masyarakat rentan miskin) agar berubah menjadi masyarakat produktif dan sejahtera.

Wakaf dibedakan menjadi dua bentuk yaitu wakaf aset dan wakaf uang. Wakaf aset berbentuk penyediaan alat dan mesin, bangunan fasilitas kesehatan, lahan untuk program ketahanan pangan, peralatan, mesin, fasilitan untuk mengembangan usaha mikro dan kecil. Untuk wakaf uang berbentuk sumber dana usaha mikro dan kecil, sumber dana kegiatan ekonomi produktif yang menguntungkan kemudian hasil investasi digunakan untuk membantu masyarakat terdampak.

Sebagai informasi, data dari Dompet Dhuafa dan IZI (Inisiatif Zakat Indonesia), menyebutkan bahwa pengumpulan dana zakat mengalami peningkatan saat bulan Ramadhan atau pada bulan September. Namun, pengumpulan dana zakat mengalami penurunan pada bulan Oktober. Komunitas pesantren, masjid, dan desa harus didukung dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah agar mendapatkan akses yang baik. Sebagai contoh, seharusnya bank syariah ketika melakukan transaksi peminjaman uang untuk membangun usaha, membantu dan membimbing serta melakukan pembinaan akhlak bagi para nasabahnya sehingga usaha yang dibangun dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat.

Upaya lainnya yang dilakukan adalah dengan melakukan kerjasama pembuatan platform dengan BAZNAS, KNEKS, dan lembaga lainnya. Program tersebut dilaksanakan dengan membangun sistem jaring pengaman sosial untuk mengintegrasikan dan memudahkan lembaga untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat yang nantinya akan membantu masyarakat juga.

Instrumen Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dapat menyalurkan bantuan untuk pendanaan rumah sakit-rumah sakit dan klinik (pembangunan fasilitas kesehatan berbasis wakaf). Bentuk dari instrumen ini bersifat jangka panjang sehingga dalam penanganan atau penanggulangan seperti krisis kesehatan dapat ditanggulangi sebaik dan sedini mungkin.

Pandemi Covid-19 masih terus menyebar dan berdampak. Oleh karena itu, zakat dapat dioptimalkan untuk mendukung pemulihan dampak pandemi Covid-19 baik sektor kesehatan dan ekonomi dengan jaringan pengaman sosial. Infak dan wakaf mendukung program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan fasilitas kesehatan.

Lembaga pengelola zakat dan wakaf, dalam hal ini Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dan Lembaga Nazhir Wakaf telah menjalankan serangkaian program penanggulangan dampak Covid-19 yaitu program jaring pengaman sosial, pemberdayaan ekonomi serta dukungan fasilitas alat kesehatan termasuk pembangunan rumah sakit berbasis wakaf.

Setelah sesi presentasi oleh kedua pembicara, acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab antara peserta dan pembicara. Lalu setelah sesi tanya-jawab selesai, webinar kali ini diakhiri dengan penyampaian kesimpulan oleh Moderator, dan penutupan oleh MC.

         Secara keseluruhan, rangkaian acara membahas mengenai mana yang harus didahulukan antara kesehatan atau perekonomian di tengah pandemi Covid-19, apa saja peran instrumen Ziswaf dalam menangani segala permasalahan kesehatan dan ekonomi yang muncul di tengah Pandemi Covid-19, bagaimana alokasi dana nya, serta apa saja peluang serta tantangan bagi penerapan instrumen filantropi Islam di tengah kondisi saat ini. Semoga acara ini dapat memberikan ilmu baru yang bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir dan turut meningkatkan awareness bagi peserta akan adanya instrumen filantropi Islam. 

 

DISKUSI ORGANISASI

 

Diskusi organisasi merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara IESS yang diadakan sebagai tempat diskusi, bertukar pikiran serta pendapat diantara para delegasi terkait permasalahan di himpunan masing-masing. Permasalahan yang dibahas dalam diskusi ini terdiri dari permasalahan dalam pengurus inti, bidang keilmuan, bidang kemahasiswaan, bidang keuangan, bidang internal serta bidang eksternal di himpunan. Selain itu, para delegasi juga saling memberikan solusi penyelesaian masalah kepada delegasi lain. Diskusi ini dilakukan pada Sabtu, 14 November 2020 dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, dengan dihadiri oleh seluruh delegasi IESS 2020 dari Hima Ekis Unair, HMEI Undip, Hima Ekis Unpad, IBEC FEB UI, Hima IEKI UPI, dan HMJ Eksyar IAIN Purwokerto. 

 

Pelaksanaan diskusi organisasi dimulai tepat pada pukul 13.00 WIB dengan pembukaan dan pembacaan teknis pelaksanaan serta tata tertib oleh MC. Setelah itu, para delegasi akan memasuki breakout room untuk melakukan diskusi dengan dipandu oleh seorang moderator. Terdapat dua breakout room, dimana room 1 diisi oleh delegasi dari IBEC FEB UI, HMEI Undip, dan HMJ Eksyar IAIN Purwokerto serta dipandu oleh Fandy Fadillah sebagai moderator. Sedangkan room 2 diisi oleh delegasi dari Hima Ekis Unair, Hima Ekis Undip, dan Hima IEKI UPI serta dipandu oleh Fathia Humairo Hamida sebagai moderator. Sesi diskusi ini berlangsung selama kurang lebih 100 menit, dengan diawali pembukaan oleh moderator serta perkenalan diri dari setiap delegasi. Lalu, dilanjutkan sesi diskusi dan diakhiri dengan sesi foto di setiap breakout room. Setelah selesai sesi diskusi seluruh delegasi kembali ke main room untuk penutupan acara yang dipimpin oleh MC. 

 

Sesi Diskusi Room 1

Delegasi IAIN Purwokerto : Seluruh proker harus online, sehingga harus memutar otak  bagaimana acaranya berjalan. Untuk layanan kesiswaan, absensi e-class dari kampus loadingnya membutuhkan waktu yang lama,  jadi tidak efektif. Peminat yang datang ke acara berkurang. 

Sharing session

Yusuf (UNDIP) : Mengadakan proker yang lebih relate kepada apa yang terjadi sekarang dan mengundang artis/influencer agar dapat lebih menarik audience 

Galih (IBEC UI) : Mengundang pembicara di tingkat peer 1 (spt menteri, artis, influencer) agar orang lain tertarik. Proker online yang tujuannya mirip dengan offline tetap diadakan selama tujuannya masih sejalan. 

Rizky R (IBEC UI) : Menggunakan cara persuasive (pengurus acara/proker mengajak audience di luar fungsionaris himpunan untuk datang ke acaranya/prokernya).

Delegasi Undip : Program kerja secara online lebih sulit dilakukan karena harus penyesuaian jadwal antar mahasiswa, dan adanya keterlambatan masuk dari mahasiswa baru. Selain itu, sumber dana dari dekanat menjadi sulit untuk terealisasi terutama di akun-akun besar, membuat kita harus mencari dana dengan jualan online.

Sharing session 

Vinda (IAIN Purwakarta) : Mengatur waktu kegiatannya di tanggal berapa, bisa didahulukan kegiatan2 yang telah ditetapkan terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi bentrok antara satu proker dengan proker yang lainnya.

Salwa (IBEC UI) : Untuk tingkat jurusan, melakukan kerja sama dengan prodi di jurusan, jadi prodi dapat menyalurkan saran dari dosen atau dari pihak-pihak prodi itu sendiri ke himpunan.

Galih (IBEC UI) : Untuk tingkat fakultas, mengadakan kerja sama dengan BEM atau himpunan lain di fakultas ekonomi 

Rizky (IBEC UI) : Untuk keuangan, IBEC memiliki proker-proker yang berfokus pada pencarian dana. Contoh: seminar emina, seminar wardah, dosen mengadakan penelitian yang harus terdapat wawancara (transpalasi), jaket kerja, jualan baju, uang kas, I-wear (brand baju IBEC). 

 

Delegasi UI : Regenerasi atau kaderisasi suasana saat offline dan online berbeda (bagaimana memilih PO, BPH atau estafet kepengurusan) dan bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan diri untuk melanjutkan ke tingkat jabatan yang lebih tinggi.

 

Sharing Session

IAIN Purwokerto : Open recruitment menggunakan anggota kepanitiaan dari proker yang pernah diadakan oleh himpunan juga melibatkan banyak orang di luar himpunannya.

Amanda (UNDIP) : Membuat nyaman, pendekatan personal agar staf  dapat lanjut kepengurusan selanjutnya.

Lindhu (UNDIP) : Melihat kinerja atau kaderisasi dari angkatan bawah.

Yusuf (UNDIP) : Tiap bulan  mengadakan sharing-sharing, games. Lalu ada Internal Leadership Training, mengundang pembicara dan FGD (berbau kepemimpinan), wawancara mendalam di setiap individunya (tentang kelanjutan kepengurusan) Nanti yang kerjanya cepat dan bagus dicatat dan di keep, lalu nama-nama yang rekomen (di Chat untuk dapat melanjutkan kepengurusannya). 

IAIN Purwokerto : (Cara menumbuhkan kepercayaan diri sendiri terhadap orang lain): Memberikan posisi atau tanggungjawab kepada orang yang memiliki potensi (orang tersebut pasti akan berpikir jika diberikan tanggung jawab yang besar pasti dia sudah dipercaya dan dianggap mampu untuk menjalaninya)

Amanda, UNDIP :  (Cara menumbuhkan kepercayaan diri orang lain): Appreciate tiap anggota yang sudah berhasil melaksanakan proker, dan meyakinkan jika tiap proker pasti ada kendala.

Yusuf, UNDIP : (Cara menumbuhkan kepercayaan diri orang lain): ada Staff Of The Month, Staff Of  The Year dan deskripsi pencapaian staff pada kolom caption di Official Account HIMA EKIS nya, mengajak staff yang berpotensi untuk mengikuti forum eksternal untuk melatih diri dalam mengambil keputusan.

 

Sesi Diskusi Room 2

Delegasi Unpad : anggaran terlambat turun, banyak proker yang sulit mendapat izin, sulit bonding, antusiasme bidang keilmuan tergantung individu, pengembangan prestasi lebih fokus ke apresiasi.

Sharing Session

Galih (UPI) : Bagaimana sistem keuangan di unpad?

Jawab: pengajuan ke kemahasiswaan dan ada porsi dari prodi/fakultas, dan reimburse

Fais (unair) : bagaimana regenerasi kepengurusan?

Jawab: Dengan multi chat dari 2018 dan memusyawarahkan rencana organisasi, penguatan internal dan menghubungkan pengurus lama dengan pengurus baru.  

Galih (UPI) : Bagaimana cara meningkatkan edukasi organisasi ke mahasiswa baru?

Jawab: banyak pendekatan untuk saling berbagi cerita ketika kegiatan organisasi offline, ada divisi yang mempererat kekeluargaan, ada juga program 30 menitan untuk lebih mempererat persaudaraan, Hima selalu menginfokan semua kegiatan yg pengurus hima lakukan. 

Fathia: untuk menutup biaya yg dikeluarkan sebelum reimburse itu apa?

Sergi: Biasanya Pengeluaran itu dari plakat, dewan juri, dll untuk menutup dana awalnya itu  menggunakan uang kas anggota terlebih dahulu.

 

Delegasi UPI : harus membuat grand design ulang karena online, proker pengabdian masyarakat berjalan baik, ada kendala dana dari kemahasiswaan, permasalahan regenerasi saat ini karena pengurus lama harus memberi tahu kepada pengurus baru untuk dapat melaksanakan kegiatan secara offline.

Sharing Session

Fais (UNAIR) : apakah ada program magang?

Jawab: tidak ada bahasa magang, kaderisasi dilaksanakan bulan September tahun ajaran baru sampai bulan Desember awal. Selain itu, juga Diadakan LKM ( seperti simulasi sidang, simulasi aksi, dll). Dalam HIMA EKIS UPI dengan mengadakan PAB (Pelantikan Anggota Biasa) seperti kaderisasi menginap di suatu tempat untuk penyeleksian dan hiburan.

Sergi (UNPAD) : Bagaimana teknis proker P2M secara offline dan bagaimana cara menarik minat peserta webinar hingga mencapai 900 peserta?

Jawab : Teknisnya membagi tiap angkatan menjadi 12 atau 13 kelompok ke beberapa bidang. Peserta boleh memilih kegiatan baik secara individu atau kelompok. Seluruh anggota wajib memberi laporan pertanggungjawaban untuk membuktikan apakah kegiatan ini dilaksanakan dengan baik atau sekedar formalitas saja. 

Mengadakan webinar yang menarik minat peserta, dan media partner. Dengan begitu akan meningkatkan eksistensi dan dakwah. HIMA EKIS UPI juga mengadakan buka bersama dengan yatim piatu dan banyak bekerjasama dengan pihak terkait, masalahnya kekurangan SDM.

Delegasi Unair : untuk pendanaan masih normal, yang masalah ada di komunikasi karena online jadi kinerja menurun. Namun, tiap departemen tetap bisa adaptif dan kegiatan di bidang keilmuan berjalan lancar

Sharing Session

Sergi(UNPAD) : Bagaimana regenerasi di UNAIR? Pemanfaatan atau proker khusus apa yang digunakan untuk pemanfaatan dana?

Jawab: regenerasi dalam bentuk oprec di ISTIQODUNA untuk lebih belajar dalam berorganisasi. Dalam keilmuan hima ekis ada yang namanya AL FATIH untuk melatih kemandirian. Kalau di masalah anggaran ada relaksasi pencarian 40% di awal, setelah lomba selesai akan cair 60%

Ipan (UPI) : Bagaimana sistem ketua dan wakil di HIMA EKIS UNAIR?

Jawab: terdapat ketua di tahun ini dan wakilnya di tahun sebelumnya. Jadi, ketuanya dari angkatan 2018 maka wakilnya dari angkatan 2019, agar angkatan baru bisa mulai belajar memimpin.

Riska (UNPAD): bagaimana tentang apresiasi setelah menang lomba apa?

Jawab : di EKIS UNAIR sendiri setiap tahun mentargetkan ada yang exchange setiap tahunnya, Banyak apresiasi, tidak hanya menang lomba melainkan dari menang debat atau aktif di organisasi juga akan mendapatkan apres

 

MUSYAWARAH IESS

Musyawarah IESS merupakan rangkaian acara terakhir yang membahas mengenai evaluasi IESS di tahun ini serta kelanjutan IESS di tahun berikutnya. Musyawarah ini sekaligus untuk membahas siapakah tuan rumah IESS selanjutnya. Musyawarah IESS 2020 diselenggarakan pada hari terakhir pelaksanaan IESS yaitu Sabtu, 14 November 2020. Tepatnya dimulai pukul 16.00-17.30 WIB melalui platform zoom meeting. Musyawarah ini dihadiri oleh seluruh delegasi IESS 2020 yaitu Hima Ekis Unair, HMEI Undip, Hima Ekis Unpad, IBEC FEB UI, Hima IEKI UPI, dan HMJ Eksyar IAIN Purwokerto.

 

Sesi musyawarah diawali dengan pembahasan mengenai evaluasi setiap rangkaian acara IESS pada tahun ini. Evaluasi disampaikan secara bergantian oleh setiap delegasi. Evaluasi webinar sudah cukup baik, dilihat dari antusias para peserta webinar dan pemilihan pembicara yang dapat menyampaikan materi dengan baik sesuai dengan tema yang diangkat. Untuk sesi conference, para delegasi menyayangkan adanya pembatasan pada jumlah slide dan nominal kata pada essay. Karena hal ini seakan membatasi ruang gerak delegasi dalam menyampaikan ide, gagasan serta argumen dalam isu yang dipilih. Evaluasi untuk diskusi organisasi yaitu para delegasi menyayangkan adanya break out room yang hanya diisi oleh masing-masing 3 himpunan dari universitas yang berbeda, sehingga mereka tidak dapat bertemu dan bertukar permasalahan  serta solusinya dengan himpunan dari universitas lainnya.

 

Setelah evaluasi pada rangkaian acara tahun ini, musyawarah dilanjutkan dengan pembahasan nota kesepakatan IESS sekaligus penentuan tuan rumah IESS selanjutnya. Nota kesepakatan ini lebih fokus membahas keanggotaan IESS. Dalam nota kesepakatan IESS, anggota IESS dibagi menjadi tiga yaitu Delegasi IESS, Anggota IESS, dan Koordinator Umum. Ketiga kriteria anggota tersebut dijelaskan dalam nota kesepakatan pada pasal 7 dan pasal 8 tentang hak dan kewajiban susunan forum. Secara sederhana, koordinator umum adalah tuan rumah IESS dilaksanakan pada tahun itu, anggota IESS adalah anggota aktif dalam IESS, dan delegasi IESS adalah anggota pasif. Memang dalam nota kesepakatan tidak dijelaskan, namun ini merupakan pernyataan yang disampaikan oleh Amrial sebagai salah satu Founder IESS yang berasal dari Universitas Indonesia angkatan 2014 kepada pihak panitia IESS 2020. Saat dijelaskan dalam musyawarah, para delegasi IESS 2020 merasa kebingungan karena seperti tidak sesuai dalam nota kesepakatan dan apa yang disampaikan oleh Amrial melalui moderator. Sehingga, topiknya menjadi pembahasan mengenai missing link antara nota kesepakatan dan pernyataan tersebut. Setelah dijelaskan lebih dalam oleh moderator, delegasi IESS sedikit mengerti poin yang dibahas. Secara garis besar, anggota pasif merupakan anggota IESS yang berhak mengikuti IESS pada tahun tersebut. Ketika anggota pasif secara akumulatif mengikuti IESS 2 kali, maka status keanggotaannya menjadi anggota aktif di dalam IESS. Hal ini tertera pada pasal 6 tentang susunan forum IESS. Status keanggotaan HIMA IEKI UPI dibahas di sini menjadi anggota aktif karena mereka secara partisipasi dalam IESS sudah ikut 2 kali dalam IESS. Menurut anggota aktif dalam IESS, HIMA IEKI UPI menjadi anggota aktif dalam IESS.

 

Seluruh delegasi sepakat bahwa akan ada pembahasan atau forum lebih lanjut terkait penentuan tongkat estafet IESS selanjutnya. Forum tersebut akan dihadiri juga oleh kepengurusan yang baru dari masing-masing himpunan, karena delegasi yang hadir pada IESS tahun ini belum tentu masih memegang kepengurusan himpunan di tahun berikutnya. Hal ini bertujuan agar terhindar dari penyampaian informasi yang rancu dari kepengurusan tahun ini kepada kepengurusan yang baru. Dalam hal ini, UI menjadi penanggung jawab dalam forum lanjutan atas perannya sebagai tuan rumah IESS 2020.