Potensi Produk Halal Indonesia

POTENSI PRODUK HALAL INDONESIA
Arwan Audino Arianto
Staff Departemen PSDM IBEC FEB UI 2018

Menjadi seorang muslim pasti kita ingin mengkonsumsi produk yang baik serta halal. Adanya hal tersebut membuat masyarakat muslim pasti lebih selektif dalam mengkonsumsi suatu produk. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk dengan mayoritas beragama Islam terbesar di dunia. Sebanyak 87,18 % dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk agama Islam (sensus penduduk, 2012). Jumlah penduduk yang besar ini merupakan salah satu potensi yang dimiliki Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan industri produk halal. Perilaku konsumen masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif membuat mereka banyak membeli produk dengan jumlah banyak juga termasuk salah satu potensi yang dapat mengembangkan ekonomi.

Dalam ajaran Islam seorang muslim tidak diperkenankan memakan sesuatu kecuali yang halal. Bukan cuma halal, tetapi juga thayyib (baik). Para ulama menafsirkan thayyib sebagai bergizi sesuai standar ilmu kesehatan. Allah berfirman: “Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu.” (surat al-baqarah ayat:168)

Konsumsi Produk Halal di Indonesia

Yusuf Qardhawi (2000) mendefinisikan istilah halal sebagai segala sesuatu yang boleh dikerjakan, syariat membenarkan dan orang yang melakukannya tidak dikenai sanksi dari Allah Swt. Haram berarti segala sesuatu atau perkara-perkara yang dilarang oleh syara’ (hukum Islam), jika perkara tersebut dilakukan akan menimbulkan dosa dan jika ditinggalkan akan berpahala

Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam terdapat fenomena yang terjadi berkaitan produk halal yaitu masyarakat Islam Indonesia paham akan pentingnya konsumsi produk halal, namun tidak semua produk halal mempunyai sertifikat kehalalan, hanya mengandalkan pada pembuat produk adalah orang Islam. Kondisi masyarakat Islam Indonesia masih awam tentang produk sertifikat halal sebagian besar masyarakat Islam bersikap semua produk di Indonesia itu halal dalam mengkonsumsi berbagai macam produk yang ada di pasaran. Terlebih lagi sosialisasi tentang produk berlabel halal pada masyarakat masih sangat kurang. Artinya masih sebagian orang saja yang sadar akan pentingnya label halal tersebut yang akan mencari tahu status kehalalan produk yang dikonsumsinya.

Dalam hal ini pemerintah berperan menangani jaminan produk halal untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk, serta meningkatkan nilai tambah bagi Pelaku Usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal. Jaminan Produk Halal adalah menyangkut kepentingan masyarakat luas dan ekonomi nasional.

Perilaku Konsumen terhadap Produk Halal

Pola perilaku konsumen dalam berbelanja produk halal ini tentu saja akan menjadi barometer permintaan (demand side) terhadap produk. Dalam teori ekonomi dipahami bahwa peningkatan permintaan suatu produk akan berpengaruh terhadap peningkatan usaha penyedia (supply side) produk tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan tentang demand side sangat bermanfaat dan sebagai prasyarat utama dalam melihat peluang usaha yang akan dikembangkan apabila Indonesia ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang salah satunya adalah dengan cara mendorong investasi dalam usaha penyedia produk halal. Industri produk halal Indonesia juga kini menyumbang ekspor ke negara asing. Meskipun mayoritas yang mengkonsumsi dari negara asing adalah non-muslim, ternyata mereka lebih tertarik mengkonsumsi produk halal dibandingkan yang belum labelisasi halal karena mereka beranggapan bahwa produk halal sudah terjamin baik kandungannya untuk dikonsumsi. Sebagai eksportir, Indonesia terbilang memiliki potensi yang cukup besar sebagai produsen produk halal karena dinilai dari mayoritas beragama Islam produsen akan menyediakan lebih banyak produk berlabelisasi halal.

Dalam pergerakan ekonomi global, industri halal dewasa ini sudah menjadi tren dunia. Tingginya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi produk halal ini terus meningkat setiap tahun hingga membuat suatu tren yang menarik. Tren ini harus diimbangi oleh pelaku usaha karena meningkatnya permintaan masyarakat atas produk halal yang menimbulkan booming industri halal dengan banyaknya produk halal yang bermunculan, termasuk pariwisata halal. Data Global Islamic Economy Indicator 2017 menyebutkan bahwa Indonesia masuk 10 besar negara konsumen industri halal terbesar di dunia. Untuk belanja makanan halal, negara kita menempati peringkat nomor satu di dunia.

Penutup

Produk halal merupakan salah satu produk yang dapat menjadi tren baru pada era modern saat ini. Seiring berjalannya waktu manusia bertambah pintar dalam membedakan mana yang baik dan tidak baik. Masyarakat baik muslim maupun non-muslim pasti menginginkan produk yang baik. Produk halal adalah produk yang sudah terlabelisasi halal oleh majelis di suatu negara yang ketika dikonsumsi dijamin baik untuk tubuh.

Hal tersebut merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat menjadi produsen produk halal terbesar dunia mengingat jumlah penduduk muslim Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Produsen dan pemerintah harus bekerja sama dengan baik untuk dapat mewujudkan hal tersebut dengan memberikan kemudahan dalam melabelisasi produk halal dan memberikan bantuan bagi UMKM yang ingin menciptakan produk halal. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh signifikan berkat adanya tren produk halal ini.

Referensi

Agustiono, Setiyo. 2017. “Produk Halal Indonesia, Mau Menjadi Produsen atau Konsumen?”. 15    Juli 2018 (10.45). https://www.kompasiana.com/sagustiono/59e419adf7afdd116104e6e2/produk-halal-indonesia-mau-menjadi-produsen-atau-konsumen

Hen. 2011. “Kesadaran Masyarakat Konsumsi Produk Halal Meningkat”. 15 Juli 2018 (11.15). https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1667687/hatta-kesadaran-masyarakat-konsumsi-produk-halal-meningkat

Muhyiddin. 2017. “Potensi Indonesia Jadi Eksportir Halal Dunia Sangat Besar”. 14 Juli 2018 (08.55). https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/07/13/ot12c3-potensi-indonesia-jadi-eksportir-halal-dunia-dinilai-sangat-besar

Qardhawi, Yusuf. 2000. Halal dan Haram dalam Islam. Surabaya: PT. Bina Ilmu

Yulianto, Agus. 2017. “Negara dan Sertifikasi Halal Indonesia”. 14 Juli 2018 (09.12). https://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/17/10/15/oxuqh2396-negara-dan-sertifikasi-halal-indonesia