Pembangunan Negara Melalui Dana Wakaf: Aliran Amal untuk Kebermanfaatan Umat

Oleh: Widyarini Sekar Adiningrum

 

Setiap mukmin memiliki kewajiban untuk selalu berbuat baik dalam setiap tindakan. Tak ketinggalan dalam menggunakan hartanya. Seperti yang diketahui bahwa harta setiap mukmin, kelak diminta pertanggung jawabannya di akhirat. Untuk itu dalam menggunakan harta yang dimilikinya, setiap mukmin harus berhati-hati. Mulai darimana ia mendapatkan harta tersebut, hingga untuk apa harta itu digunakan. Harta yang mendatangkan kebajikan untuk pemiliknya, tentu adalah harta yang didapat secara halal dan digunakan secara bijak, terutama untuk kebermanfaatan umat.

Wakaf salah satunya. Dana wakaf dikenal sebagai dana kebajikan oleh kaum muslimin. Dana ini erat kaitannya dengan dana kebajikan lain seperti zakat, infak, dan sedekah. Keempatnya biasa disebut sebagai dana ZISWAF (zakat, infak, sedekah, wakaf). Namun,tentu keempatnya memiliki perbedaan satu sama lain. Bila zakat hanya dibayarkan pada momen tertentu seperti zakat fitrah saat bulan Ramadhan, lain halnya dengan infak, sedekah, dan wakaf yang dapat dibayarkan kapanpun. Perbedaan selanjutnya yakni, sedekah tidak harus berbentuk materi, berbeda dengan infak yang diartikan sebagai sedekah harta, begitupun wakaf yang merupakan sedekah berbentuk aset (bnisyariah, 2019). Perbedaan lain yang menjadi ciri khas dari wakaf adalah kegunaan aset yang bersifat selamanya atau abadi (prudential, 2017).

Dari perbedaan tersebut, kaum muslimin memiliki urgensi lebih dalam menggunakan hartanya terutama yang disalurkan untuk wakaf. Melihat potensi amalan yang besar karena aset yang diwakafkan akan abadi. Hal ini sejalan dengan salah satu dari tiga amalan jariyah, yakni sedekah jariyah. Bentuk amalan yang akan terus mengalir pahalanya meskipun mukmin tersebut telah dipanggil Sang Khalik. Meskipun wakaf disyariatkan berbentuk aset, namun wakaf berbentuk uang diperbolehkan menurut Fatwa MUI tahun 2002 tentang Wakaf Uang (Majelis Ulama Indonesia, 2002).

Akan tetapi, stigma masyarakat umum terhadap wakaf masih berkutat pada penggunaannya sebagai sarana ibadah, dalam artian wakaf seringkali masih berupa masjid. Hal ini jelas bermanfaat, mengingat wakif (orang yang berwakaf) juga akan mendapatkan kebaikan dari setiap mukmin yang solat di masjid tersebut. Tak sedikit pula, wakaf berbentuk tanah dan madrasah.

Akan tetapi, manfaat dana wakaf dapat dialokasikan secara lebih produktif lagi, mengingat negara kita merupakan negara berkembang yang masih membutuhkan banyak peningkatan pada berbagai aspek.

Bila kita melirik ke timur tengah, tentu sudah tidak asing dengan peradaban Islamnya. Namun, siapa sangka berkembangnya Islam juga selaras dengan pembangunan yang ada disana. Menilik sejarah perkereta apian, rupanya ada jalur kereta api yang dianggap sebagai wakaf muslim. Jalur kereta api ini adalah Jalur Kereta Api Hejaz yang menghubungkan antara Damaskus dan Madinah (Agregasi BBC Indonesia, 2018). Jalur kereta api yang dibangun pada tahun 1900 oleh Sultan Abdul Hamid II ini pada mulanya bertujuan untuk memudahkan perjalanan haji dari Damaskus ke Madinah dengan memangkas waktu tempuh yang dulunya selama 40 hari menjadi 5 hari saja (Khoiri, 2018). Diresmikan pada tahun 1908, jalur kereta api ini menghubungkan lima negara sekaligus yaitu Arab Saudi, Suriah, Turki, Yordania, dan Isreal (Khoiri, 2018). Meskipun telah diberhentikan karena adanya perang, kenangan sejarah ini menjadi pengingat kaum muslimin, bahwa dana wakaf memiliki peran besar dalam pembangunan infrastruktur.

Selanjutnya, ada negara tetangga kita, yakni Malaysia. Negara yang beribukotakan Kuala Lumpur ini mengalokasikan dana wakafnya untuk aset-aset yang bersifat produktif. Dana wakaf tersebut dikelola oleh Yayasan Waqaf Malaysia dengan slogannya “Wakaf, 1 Pelaburan Abadi”. Yayasan Waqaf Malaysia ini diresmikan sejak 23 Juli 2008 oleh Jabatan Wakaf, Zakat dan Haji (JAWHAR) (Yayasan Waqaf Malaysia, 2020). Yayasan Waqaf Malaysia ini juga menggunakan wakaf tunai sebagai bentuk penghimpunan dana wakaf. Selain untuk pembangunan masjid-masjid di berbagai daerah, dana wakaf di Yayasan Waqaf Malaysia ini juga dialokasikan untuk berbagai hal. Sebagai contoh adanya wakaf mart, yakni berupa minimarket di Masjid Kariah Panchor Jaya, di Masjid Jamek Pekan Gemas, dan di Masjid Jamek Tunku Besar (Yayasan Waqaf Malaysia, 2020). Dari sini dapat dilihat bahwa wakaf yang dibangun berbentuk produktif. Tidak hanya itu, dana wakaf disini pun dikelola menjadi hotel. Sebagai contoh Hotel Seri Warisan (JAWHAR- MAIPk), Taiping. Hotel Wakaf Taiping ini dibangun pada 10 Mei 2012 ini merupakan wujud kerjasama antara Jabatan Wakaf Zakat dan Haji (JAWHAR) dengan Majlis Agama Islam, dan Adat Melayu Perak (MAIPk) (Yayasan Waqaf Malaysia, 2020). Tidak main-main, dana yang dialokasikan oleh JAWHAR dalam pembangunan hotel ini mencapai RM19 juta yang kalau dirupiahkan kurang lebih sebesar Rp 48 miliar (Yayasan Waqaf Malaysia, 2020). Hotel yang merupakan hasil Smart Partnership ini bertujuan untuk berbagai kegiatan pertemuan, baik pihak

Kerajaan maupun pihak swasta, melihat potensi yang ada dimana Bandar Taiping adalah salah satu tujuan wisata yang merupakan warisan negara (Yayasan Waqaf Malaysia, 2020).

Jika timur tengah dan Malaysia dikenal dengan negara Islam, negara ini justru dikenal sebagai Negeri Gajah Putih, dimana mayoritas rakyatnya justru bukan pemeluk Islam. Menariknya, meski muslim menjadi minoritas di Thailand, tidak menyurutkan perkembangan wakaf disana, khususnya wakaf produktif. ASEAN Mall Pattani contohnya, inovasi yang berwujud wakafpreneur yang menggabungkan antara konsep wakaf dan komersial (Muslimah, 2019). Proyek yang merupakan kolaborasi dari Madinah Assalam Pattani bekerjasama dengan Uniti Asia Group, Islamic Cooperative, dan Pattani Holdings ini bertujuan sebagai tempat pemasaran produk halal, tertutama sebagai peluang bisnis pengusaha Thailand dan Malaysia (Muslimah, 2019). Mall yang berluaskan 9.600 meter persegi ini menghabiskan biaya RM40.29mil atau 300 juta baht yang jika dirupiahkan kurang lebih sebesar Rp 138 miliar (Muslimah, 2019).

Melihat perkembangan wakaf di luar negeri, Indonesia yang merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia tentunya memiliki harapan besar dalam mengembangkan dana wakafnya. Berdasarkan data dari Global Religious Futures (2016), diperkirakan jumlah masyarakat muslim di Indonesia mencapai 229.620.000 atau sekitar 87% populasi penduduk di Indonesia. Hal ini pun didukung dengan adanya lembaga pengelola wakaf di Indonesia yang dikenal dengan Badan wakaf Indonesia (BWI). Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga independen yang berdasar pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dalam pembentukannya (Badan Wakaf Indonesia, 2020). Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang berkedudukan di Ibukota dengan beranggotakan 20 sampai 30 orang ini memiliki tujuan untuk memajukan serta mengembangkan perwakafan di Indonesia (Badan Wakaf Indonesia, 2020). Selain didukung dengan adanya Badan Wakaf Indonesia, perwakafan di Indonesia juga didukung oleh Bank Indonesia dan merupakan salah satu strategi dalam Blueprint Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah yakni pendalaman pada pasar keuangan syariah. Dukungan Bank Indonesia dapat dilihat dari diterbitkannya Waqf Core Principles (WCQ) dan Waqf-Linked Sukuk (WLS) (Bank Indonesia, 2018).

Waqf Core Principles (WCQ) merupakan bentuk inisiasi yang digagas oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI), Bank Indonesia (BI), dan International Research of Training Institute-Islamic Development Bank (IRTI-IsDB) (Badan Wakaf Indonesia, 2018). Gagasan bersama ini jelas memiliki tujuan yang ingin dicapai guna kemajuan wakaf di Indonesia. Adapun dua tujuan

tersebut, yaitu memberikan desekripsi secara ringkas mengenai posisi dan peran manajemen juga sistem dalam pengawasan wakaf sebagai program pengembangan ekonomi, serta memberi suatu metodologi yang di dalamnya memuat prinsip-prinsip inti dari manajemen juga sistem dalam pengawasan wakaf (Badan Wakaf Indonesia, 2018).

Waqf-Linked Sukuk (WLS) atau yang biasa dikenal sebagai Cash Waqf-Linked Sukuk (CWLS). Cash Waqf-Linked Sukuk merupakan penghimpunan dana wakaf melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU), yakni BNI Syariah dan Bank Muamalat Indonesia untuk selanjutnya disalurkan pada intrumen keuangan negara syariah, seperti sukuk negara maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikeluarkan oleh Kementrian Keuangan (Kemenkeu) (Badan Wakaf Indonesia, 2020). Seperti yang kita ketahui bahwa alokasi dana sukuk negara maupun SBSN, dialokasikan untuk pembangunan negara yang tentunya memiliki kebermanfaatan untuk umat. Namun, pada cash waqf-linked sukuk yang ditahan disini bukanlah dana wakaf keseluruhan melainkan hanya imbal hasilnya yang akan digunakan untuk pembiayaan sosial maupun sarana prasarana, sedangkan pokok dari dana wakafnya dikembalikan kepada wakif bila sudah tenornya (Andi & Cicilia, 2018).

Bila melihat dari penerapan waqf-linked sukuk, dimana dana wakaf dikembalikan kepada wakif, mungkin dapat menimbulkan perbedaan pendapat. Hal ini karena prinsip wakaf sendiri yang pemberian aset oleh wakif menjadi abadi dan tidak akan dikembalikan ke wakif. Untuk itu, dalam hal ini diperlukan kajian lebih mendalam, serta menimbang maslahah dengan kesesuaian syariat atau sharia compiliance. Meski demikian, tak menyurutkan inovasi akan wakaf produktif. Bila melihat negara tetangga sebelumnya, maka Indonesia memiliki peluang yang sama besarnya untuk mengembangkan wakaf produktif. Alokasi dana wakaf produktif yang tepat dapat disesuaikan dengan target pembangunan ekonomi saat ini. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Pesona Indonesia atau Wonderful Indonesia, menjadi slogan yang menjadi daya tarik untuk peningkatan pariwisata di Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki keindahan alam yang memesona, namun Indonesia baru menempati posisi 70 dalam pemeringkatan Travel & Tourism Competitiveness, dimana Singapura berada di posisi 11, Malaysia di posisi 25, dan Thailand di posisi 35 (Indonesia Investment, 2016). Ketertinggalan tersebut tak lepas dari infrastruktur yang kurang memadai, khususnya di Indonesia Timur. Padahal Indonesia Timur dikenal dengan keindahan panoramanya. Maka, wakaf produktif dapat memainkan perannya disini. Bila di timur tengah berhasil menciptakan jalur kereta api dari dana wakaf untuk meningkatkan aksesibilitas,

maka hal ini juga perlu ditiru oleh Indonesia. Dana wakaf dikumpulkan lalu dialokasikan untuk membangun infrastruktur produktif seperti bandara, pelabuhan, dan jalur kereta. Dengan dibangunnya infrastruktur tersebut, maka akan diharapkan pelancong tertarik mengunjungi destinasi wisata tersebut. Sebagai contoh salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas, Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Diketahui bahwa pemerintah akan membangun jalan di daerah tersebut sepanjang 17,4 km untuk mendukung terselenggaranya MotoGP (Ramadhan, 2020). Jika pemerintah mau memaksimalkan potensi dengan momen yang ada, sangat dimungkinkan adanya pembangunan stasiun dan jalur kereta. Hal ini jelas akan semakin memudahkan aksesibilitas, tidak hanya pelancong namun juga warga sekitar. Selain untuk aksesibilitas, melihat adanya potensi dan tujuan untuk memajukan pariwisata, pembangunan hotel juga diperlukan. Seperti di Malaysia yang membangun hotel melalui dana wakaf, maka Indonesia diharapkan dapat melakukan hal serupa mengingat tujuan Malaysia juga untuk meningkatkan pariwisata. Apalagi industri hotel syariah juga tengah dikembangkan. Sehingga, sangat perlu memaksimalkan potensi dana wakaf untuk aset produktif. Aset produktif tersebut pun dapat dikelola oleh negara yang kepemilikannya adalah milik umat atau milik bersama. Adapun keuntungan yang didapatkan dari wakaf produktif tersebut nantinya dapat digunakan sebagai simpanan kas negara. Jika Indonesia mampu memaksimalkan potensi yang ada dengan semakin menggencarkan urgensi wakaf dalam pembangunan negara, khususnya literasi serta pemahaman kepada masyarakat muslim di Indonesia, maka kelak Indonesia dapat menjadi negara yang berdikari. Manfaatnya pun dapat diturunkan ke anak cucu dengan pahala yang tentunya terus mengalir. InsyaAllah.

Daftar Pustaka

Agregasi BBC Indonesia, J. (2018, Juli 27). Jalur Kereta Api Hejaz, Wakaf Umat Islam Seluruh Dunia. Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://lifestyle.okezone.com/read/2018/07/27/406/1928283/jalur-kereta-api-hejaz-wakaf- umat-islam-seluruh-dunia

Andi, D., & Cicilia, S. (2018, November 1). Pemerintah tanda tangani MoU pengembangan Waqf Linked Sukuk. Retrieved Mei 5, 2020, from https://investasi.kontan.co.id/news/pemerintah-tanda-tangani-mou-pengembangan-waqf- linked-sukuk

Badan Wakaf Indonesia. (2018, November 25). Waqf Core Principles untuk efektifitas operasi dan pengawasan Wakaf. Retrieved Mei 10, 2020, from https://www.bwi.go.id/3885/2018/11/literatur/waqf-core-principles-untuk-efektifitas- operasi-dan-pengawasan/

Badan Wakaf Indonesia. (2020). Badan Wakaf Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://www.bwi.go.id/

Badan Wakaf Indonesia. (2020). Cash Waqf Linked Sukuk. Retrieved Mei 10, 2020, from https://www.bwi.go.id/cash-waqf-linked-sukuk/

Bank Indonesia. (2018, Desember 12). Pengembangan Wakaf Produktif dan Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info- terbaru/Pages/Pengembangan-Wakaf-Produktif-dan-Pemanfaatan-Teknologi-Digital- untuk-Mendorong-Pertumbuhan-Ekonomi-Nasional.aspx

bnisyariah. (2019, September 13). Perbedaan Antara Wakaf, Zakat, Infaq, dan Shadaqah. Apa Sih Bedanya Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf? Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://wakafhasanah.bnisyariah.co.id/news/90

Global Religious Futures. (2016). Pew-Templetion Global Religious Futures Project. Retrieved Mei 10, 2020, from http://www.globalreligiousfutures.org

Indonesia Investment. (2016, Desember 16). Industri Pariwisata Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/industri- sektor/pariwisata/item6051?

Khoiri, A. M. (2018, Juli 23). Kereta dan Jalurnya Ini Dianggap Wakaf Semua Muslim. Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://travel.detik.com/international- destination/d-4128089/kereta-dan-jalurnya-ini-dianggap-wakaf-semua-muslim

Majelis Ulama Indonesia. (2002, Mei 11). Wakaf Uang. Indonesia. Retrieved Mei 2020, 10, from http://mui.or.id/

Muslimah, F. (2019, Juli 23). Mal di Kota Pattani Ini Jadi Pusat Terpadu untuk Produk Halal Thailand. Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020

Prudential. (2017). Sebelum Wakaf, ketahui Dulu Perbedaannya Dengan Zakat dan Infak. Indonesia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://www.prudential.co.id/id/Informasi- untuk-Anda/artikel-asuransi-jiwa/syariah/sebelum-wakaf-ketahui-dulu-perbedaannya- dengan-zakat-dan-infak/

Ramadhan, B. (2020, Maret 2018). Jalan Akses Bandara ke Mandalika Diminta Mulai Dibangun Mei. Retrieved Mei 2020, 10, from https://republika.co.id/berita/q7djwc330/jalan-akses- bandara-ke-mandalika-diminta-mulai-dibangun-mei

Yayasan Waqaf Malaysia. (2020, Mei 7). Yayasan Waqaf Malaysia. Retrieved Mei 10, 2020, from https://www.ywm.gov.my/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *