Pemasaran dalam Islam

Pemasaran dalam Islam

Tawfiq Salam Ikhtianto

Wakil Ketua 1 IBEC FEB UI

            American Marketing Association (AMA) mendefinisikan pemasaran sebagai proses manajemen yang bertanggung jawab atas identifikasi, antisipasi, dan memuaskan konsumen serta mendapatkan keuntungan darinya. Fokus dari proses pemasaran ini akan berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman dengan tujuan untuk mempertahankan hubungan baik dengan para konsumen. Proses ini tidak lain merupakan bagian dari organizational tool untuk mencapai tujuan perusahaan/organisasi yang telah menjadi komposisi yang amat penting bagian perusahaan/organisasi tersebut.

            Proses pemasaran dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah agama. Agama memiliki sejumlah aturan yang menjelaskan bagaimana seseorang harus berperilaku baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain. Islam sebagai agama yang banyak dianut masyarakat dunia secara mengejutkan memiliki sejumlah aturan tentang bagaimana berbisnis dan etika-etika dalam melakukanya. Masyarakat Muslim sebagai salah satu potensi pasar terbesar di dunia diperkirakan akan mencapai peak population pada tahun 2050. Hal ini didukung oleh pesatnya pertumbuhan penduduk muslim dunia yang diakibatkan oleh gencarnya proses Islamisasi dan kepercayaan sejumlah masyarakat muslim tentang jumlah anak yang lebih banyak akan mendatangkan lebih banyak rezeki. Hal ini kemudian menjadikan konsumen muslim sebagai salah satu segmen terbesar yang teridentifikasi sebanyak 1.5-1.8 miliar konsumen.

            Di satu sisi, masyarakat muslim memiliki keunikan tersendiri dimana mereka memosisikan agama sebagai bagian dari hidup, atau dengan kata lain agama merupakan lifestyle mereka. Prinsip halal dan haram akan menjadi penting dan akan sangat memengaruhi pengambilan keputusan bagi para konsumen muslim. Kondisi ini menuntut para penyedia barang dan jasa untuk menyediakan kebutuhan spesifik mereka dan melakukan pemasaran produk secara lebih cermat agar dapat diterima dengan baik. Lantas pemasaran secara islami menjadi suatu hal yang penting karena adanya konsumen muslim yang sedang berkembang pesat ini. Pemasaran secara islami ini akan mengacu pada sejumlah etika yang perlu diperhatikan dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam melakukan pemasaran agar tetap sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.

            Dalam Islam, tujuan pemasaran juga harus dilandasi oleh keinginan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Berbeda dengan pandangan konvesional, Islam memiliki dua acuan utama yaitu Qur’an dan Hadist yang menjadikan orientasi dalam Pemasaran Islam lebih kepada value-maximization bukan profit maximization. Dengan penekanan pada value-maximization ini praktik pemasaran dalam Islam akan lebih menjunjung tinggi etika dan menetapkan standar baru pada dunia pemasaran tanpa memberikan kompromi pada kualitas yang diberikan dan menurunkan keuntungan yang seharusnya diterima. Agar sesuai dengan perintah Qur’an dan Hadist maka ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemasaran, yaitu:

  1. Kualitas produk yang diberikan harus sesuai dengan apa yang telah diinformasikan sebelumnya. Dalam hal ini para pemasar harus dapat menjamin produknya baik dari aspek material (kualitas bahan, dll.) maupun non-material (cara mendapatkanya, dll.)
  2. Produk yang dipasarkan atau dijual harus memiliki manfaat yang jelas. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari aspek gharar dan potensi merugikan salah satu pihak.

            Dalam sistem pemasaran konvensional kita mengenal konsep marketing mix dengan 4P’s yang dianggap sebagai pilar utama pemasaran. 4P’s tersebut terdiri dari price, product, place dan promotion. Namun seiring dengan berjalanya waktu dan perubahan pada struktur masyarakat, maka tercetuslah 3 P tambahan yaitu, people, process dan physical environment (Lovelock,2011).  Dalam perspektif Islam, Wilson (2012) menambahkan 7P’s yang sesuai dengan prinsip yang berlaku yaitu:

  1. Pragmatism

            Dapat diartikan sebagai pencarian arti sebenarnya dari teori yang kita gunakan dan laksanakan pada kegiatan kita sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tujuan pemasaran Islam yang lebih berorientasi pada nilai yang diberikan ketimbang keuntungan yang didapatkan. Dalam Islam kita diperintahkan untuk melakukan jual beli barang dan jasa yang baik yang dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkanya.

  1. Pertinence

            Dapat diartikan sebagai relevansi atau kesesuaian dengan deskripsi. Dalam melakukan pemasaran produk, penjual dituntut untuk bersikap jujur dan memberikan informasi yang tepat bagi para pembelinya. Hal ini sejalan dengan konsep Islam yang melarang penipuan dan menjunjung tinggi keadilan bagi kedua belah pihak.

  1. Palliation

            Dapat diartikan sebagai peringanan untuk memperkecil jurang pemisah antar masyarakat. Hal ini dapat membantu pihak-pihak yang mengalami kesulitan agar mampu mengakses barang dan jasa yang dibutuhkanya dengan lebih mudah. Konsep ini sesuai dengan prinsip Islam untuk saling membantu dan melarang untuk mempersulit sesama.

  1. Peer-support

            Dapat diartikan sebagai dukungan atau membangun hubungan baik dengan para stakeholders terkait. Dalam melakukan pemasaran, para pelaku pemasaran dituntut untuk menjaga hubungan baik dengan para pelangganya. Hal ini nantinya akan mempengaruhi keterikatan para pelangganya dengan produk yang ditawarkan dan juga kesetiaan mereka terhadap produk tersebut. Sesuai dengan prinsip Islam, memperlakukan sesama dengan baik dan tidak mencurangi para pelanggan yang kita miliki.

  1. Pedagogy

            Dapat diartikan sebagai memberikan keterbukaan informasi kepada seluruh stakeholders. Hal ini akan berkaitan dengan intergritas sang pemasar dan berkaitan dengan kualitas dari produk yang diberikan. Dengan ini Islam mendorong para pemasar untuk memberikan trasnparansi dan menjamin kejujuran, integritas dan kualitas dari produk yang ditawarkanya.

  1. Persistence

            Dapat diartikan sebagai kegigihan dalam menyelesaikan pekerjaan bagaimanapun keadaanya. Hal ini menggambarkan bagaimana para pelaku bisnis harus tetap memberikan produk dengan kualitas terbaik bagaimanapun kondisi yang dihadapinya. Hal ini juga berkaitan dengan konsep Islam yang harus sesuai dengan akad yang telah disepakati.

  1. Patience

            Dapat diartikan sebagai kesabaran dalam bertransaksi. Kesabaran yang dimaksudkan di sini adalah bertahan untuk tetap melaksanakan semua dalam kaidah yang benar dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Di dalam Islam kita juga diajarkan untuk tidak melaksanakan akad terkait suatu barang dengan pihak lain kecuali akad sebelumnya telah selesai.

            Dari apa yang telah dijelaskan kita dapat mengetahui bahwa proses pemasaran secara islami akan menjadi penting karena begitu terikat dengan gaya hidup masyarakat muslim dan petambahan populasinya belakangan ini. Hal ini yang kemudian akan menentukan strategi apa yang harus dirancang agar tetap dapat mengambil hati para konsumen muslim. Namun, perlu diperhatikan bahwa tujuan utama dari proses pemasaran ini bukan keuntungan semata namun lebih berorientasi pada nilai yang ingin diberikan dari proses tersebut. Di sisi lain, perlu diperhatikan bahwa konsep dasar dari marketing mix dalam sistem pemasaran konvensional juga tetap perlu kita perhatikan untuk lebih memahami konsep 7P’s dalam sistem pemasaran Islam.

Referensi

Saeed, Mohammad et al. (2001). International Marketing Ethics from an Islamic Perspective: A Value-Maximization Approach. Journal of Business Ethics, Vol. 32, No. 2 (Jul., 2001), pp. 127-142.

Hashim, Nurhazirah & Hamzah, Muhammad Iskandar (2013). 7P’s: A Literature Review of Islamic Marketing and Contemporary Marketing Mix. Social and Behavioral Sciences 130 (2014) 155 – 159.

Hussnain, Syed Ali (2011). What Is Islamic Marketing. Global Journal of Management and Business Research, Vol. 11 Issue 11 Version 1.0 (November 2011).

Alserhan, Baker Ahmad & Alserhan, Zeid Ahmad (2012). Researching Muslim consumers: do they represent the fourth-billion consumer segment?, Journal of Islamic Marketing, Vol. 3 Issue: 2, pp.121-138

http://majalah.pengusahamuslim.com/pemasaran-dalam-perspektif-islam/