Islamic Financial Planning: Inklusivitas dalam Perencanaan Keuangan

Oleh: M. Pandu Rizky Briawan (Bisnis Islam 2018), Staf Departemen Penelitian IBEC FEB UI 2019

Pengenalan

Kita hidup dimana zaman berkembang dengan sangat cepat dan tak terprediksi. Perkembangan zaman yang pesat ini pula yang membuat manusia dalam pemenuhan kebutuhannya menjadi semakin kompleks dan rumit dikarenakan pilihan barang dan jasa yang semakin beragam dan tuntutan dari perkembangan zaman itu sendiri dalam pemenuhan kebutuhan. Bahkan, orang-orang yang tak mampu mengikuti perkembangan zaman dengan baik tentu saja akan mengalami kesulitan untuk menjalani hidupnya. Semakin kompleks dan rumitnya kebutuhan manusia akibat tuntutan zaman, secara tidak langsung juga akan berefek kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan dari kemajuan ini, seperti masyarakat dengan tingkat pendapatan dan pendidikan rendah. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak dapat mengalokasikan uang mereka secara tepat dengan kondisi ekonomi yang seadanya. Maka dari itu, perencanaan keuangan pada masyarakat kelas ekonomi tersebut juga perlu diperhatikan demi kesejahteraan yang merata. Pada tulisan ini, penulis akan memberikan sebuah wawasan dan juga trobosan yang dapat sama sama kita sadari untuk memperkecil jurang kesenjangan yang terjadi di masyarakat lewat financial planning.

Financial planning atau perencanaan keuangan merupakan suatu cara yang sangat penting untuk mengatur keuangan pribadi maupun keluarga. Financial planning semakin penting di kehidupan kita mengingat tingkat pendapatan keseluruhan meningkat, angka harapan hidup yang meningkat, serta semakin kompleksnya sektor keuangan, yang diakibatkan oleh perkembangan zaman.  Ditambah lagi, dikarenakan adanya ketidakpastian kondisi ekonomi (economic uncertainties) seperti inflasi ataupun perubahan kebijakan perpajakan, membuat permintaan akan jasa perencanaan keuangan ini semakin meningkat, di sisi lain juga membuat pekerjaan dari financial planner semakin menantang.

Jenis dari perencanaan keuangan yang paling familiar dan paling sering dipakai oleh umum adalah Conventional Financial Planning (CFP). CFP sendiri mulai berkembang di dunia pada tahun 1970 dan secara signifikan diperuntukan kepada middle-income households. Seiring perkembangan industri finansial Islam, Islamic Financial Planning (IFP) pun hadir untuk menyediakan pelayanan keuangan berdasarkan syariat Islam bagi orang-orang yang memilih untuk menghindari keuangan konvensional dengan alasan kepercayaan agama ataupun alasan-alasan lainnya. Berbeda dengan CFP, IFP didisain untuk melayani setiap segmen dari semua populasi sehingga IFP bukan hanya menjangkau kebutuhan dari high-income dan middle-income households, tapi lebih jauh lagi untuk melayani low-income households dan mereka yang dilanda kemiskinan.

Perencanaan Keuangan

Menurut Islam, semua aktivitas manusia haruslah ditujukan untuk mencapai falah, dimana mengharuskan kita untuk menggapai kesuksesan di dunia maupun di akhirat. Tujuan utama dari hukum-hukum Islam adalah untuk mendatangkan kesejahteraan atau manfaat (maslahah) dan menghindari kerusakan atau keburukan (mafsadah). IFP sendiri penting sebagai bentuk pemenuhan dari hal-hal di atas maupun dari tujuan-tujuan syariat (maqashid al syariah). Untuk pengertian lebih luasnya, IFP merupakan keseluruhan proses yang bertujuan untuk pencapaian personal goals dari suatu individu melalui perolehan, pemeliharaan, dan distribusi kekayaan (wealth) dalam ketaatan kepada prinsip dan nilai Islam. Supaya inklusifitas dari IFP dapat berjalan dengan baik dan sesuai target, perlu bagi kita untuk mengintegrasikan beberapa hal yang terkait yang dikemas menjadi satu kerangka, seperti zakat & wakaf, literasi finansial, inklusi finansial, dan IFP itu sendiri.

(Ahmed & Salleh, 2016)

Cara kerja IFP sendiri dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu untuk net-surplus household (pendapatan tinggi dan pendapatan menengah) dan untuk net-deficit household (pendapatan rendah dan miskin). Pembedaan pelayanan antara net-surplus household dan net-deficit household dikarenakan adanya perbedaan karakteristik dan kebutuhan finansial antar masing-masing kelompok. Setelah pengelompokan, selanjutnya perencanaannya pun akan disusun ke tiap-tiap kelompok tersebut dimana perencanaannya meliputi:

  • Manajemen Uang
  1. Bagi net-deficit household, budgeting diperlukan untuk penyediaan pendapatan yang didukung oleh penerimaan zakat. Selanjutnya, kelompok ini juga membutuhkan pembelanjaan produktif yang dapat diperoleh dari pinjaman kredit mikro syariah dan penerimaan zakat. Selain itu, pinjaman uang untuk tujuan konsumtif juga tersedia melalui pinjaman qardhul hasan dan keperluan menabung dapat terpenuhi melalui pembuatan akun wadiah di bank.
  2. Untuk net-surplus household, perbedaannya adalah kelompok ini sudah mulai untuk melakukan perencanaan pembayaran zakat dan investasi produktif yang juga untuk memaksimalkan kewajiban pembayaran zakat.
  • Perencanaan Darurat
  1. Bagi net-deficit household, perencanaan darurat dapat menggunakan jasa asuransi syariah (takaful), baik takaful pendapatan cacat, takaful rumah, dan takaful keluarga menggunakan dana dari zakat maupun penerimaan wakaf. Selain itu, tabungan darurat melalui akun wadiah dan pegadaian syariah (ar-Rahn) juga dapat menjadi alternatif lainnya.
  2. Sedangkan bagi net-surplus household sudah dapat memulai untuk berpartisipasi di dalam skema takaful yang berhubungan dengan wakaf.
  • Investasi untuk Tujuan Tertentu
  1. Investasi ini merupakan investasi yang bersifat untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, seperti tabungan hari tua. Untuk net-deficit household kita ketahui bahwa kemungkinan besar mereka akan lebih memfokuskan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka dibanding kebutuhan jangka panjang. Maka dari itu, ini merupakan suatu pekerjaan rumah bagi perencana keuangan Islam untuk memotivasi mereka akan kebutuhan ini. Selain itu, dukungan dari produk-produk finansial lainnya juga harus ramah terhadap kondisi dari orang-orang pada kelompok ini agar mereka tetap bisa melakukan investasi jangka panjang.
  2. Selain tabungan hari tua, investasi jangka panjang yang dapat dilakukan oleh net-surplus household adalah investasi untuk memenuhi perealisasian aset wakaf. Pada hal ini, peran perencana keuangan Islam bukan hanya mengarahkan pelanggan untuk membuat wakaf tapi juga mengarahkan pelanggan untuk memastikan jumlah anggaran yang diperlukan untuk wakaf.
  • Perencanaan Pemindahan Kekayaan
  1. Khusus untuk net-surplus household, mereka dapat mewariskan harta yang selanjutnya digunakan untuk penciptaan wakaf, dimana hal ini harus tetap sesuai dengan wasiat almarhum.

Kesimpulan

Dari penjelasan-penjelasan yang sudah penulis paparkan berdasarkan sumber dari jurnal terkait, kita dapat mengetahui bahwa ternyata Islam sendiri sudah memiliki sistem untuk memfasilitasi orang-orang yang memang ingin terus mengikuti tuntunan Alquran dan Sunnah dalam segala hal, dalam hal ini berkaitan dengan perencanaan finansial. Lewat IFP kita menjadi paham bahwa perencanaan keuangan bukan melulu untuk mendapatkan kepuasan diri yang maksimal melalui perencanaan keuangan, namun hal-hal yang berorientasi kepada sosial pun juga harus menjadi pertimbangan dalam perencanaan keuangan. Dimana implikasi dari pengimplementasian sistem ini adalah semakin meratanya pelayanan finansial, semakin baiknya kondisi sosial-ekonomi, dan yang paling penting dari kebaikan-kebaikan pada sistem ini, insyaallah dapat menjadi amal kebaikan sebagai bekal kita di akhirat nanti.

Akhir kata, penulis berwasiat kepada pembaca sekalian untuk senantiasa meningkatkan literasi terhadap pengetahuan seputar ekonomi Islam, bukan hanya sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah swt. tapi juga sebagai bentuk kepedulian kita semua terhadap kesejahteraan semua umat manusia.

Allahu a’lam bishowab.

Daftar Pustaka

Ahmed, H., & Salleh, A. M. H. A. P. M. (2016). Inclusive Islamic Financial Planning: A Conceptual Framework. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management. https://doi.org/10.1108/IMEFM-01-2015-0006

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *