Investasi Dini Sebagai Langkah Aktual Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Untuk Mencapai Kemaslahatan Umat

Oleh: Demi Maharani Putri (Bisnis Islam 2018), Staf Departemen Kajian IBEC FEB UI 2019

Sebagai mahasiswa, kita sudah satu langkah lebih dekat dalam menuju kedewasaan. Kurang dari sepuluh tahun lagi, kita akan menghadapi puncak dari usia produktif, yang dimana pada saat itu juga banyak tanggung jawab yang kita emban. Meski saat-saat tersebut masih terdengar cukup jauh, namun apabila kita menelisik lebih dekat, justru di masa sekaranglah kita harus memikirkan persiapan-persiapan untuk memasuki masa tersebut.

Ancaman “Generasi Sandwich” pun tidak dapat dilupakan begitu saja, dimana kita harus terjebak dalam desakan finansial antara anak dan orang tua kita. dalam keadaan tersebut, di satu sisi kita sedang berusaha untuk memapankan keuangan kita sendiri. namun di sisi lain, orang tua memasuki masa pensiun sehingga kebutuhan hidup mereka menjadi tanggung jawab kita juga.

Pernyataan “milenial akan susah memiliki rumah” juga tak henti-hentinya dibicarakan saat ini. dengan kemajuan teknologi yang ada pada saat ini, perilaku hidup konsumtif terus meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai platform sebagai akibat dari produk-produk teknologi yang semakin canggih. Maka apabila kita tidak mengatur anggaran sedemikian baik, pernyataan di atas akan benar-benar terjadi pada generasi milenial di periode akhir.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh bank dunia, prediksi pada tahun 2025 sebanyak 68% pertumbuhan penduduk di Indonesia akan tinggal di perkotaan. Hal ini sehubungan dengan hunian yang menjadi kebutuhan primer bagi semua orang. Yang sangat disayangkan adalah, karena banyaknya permintaan, maka hal ini menyebabkan harga yang semakin meningkat, sesuai dengan hukum penawaran. Sedangkan harga hunian itu sendiri sangat mahal jika direlatifkan dengan pendapatan generasi milenial. 

Dengan harga rata-rata 400 juta Rupiah per unit untuk apartemen di tengah kota, dengan penghasilan 5-7 juta per bulan, dapat dikatakan untuk mengangsur rumah dengan jangkauan harga tersebut, maka diperlukan sekitar 3-4 juta Rupiah untuk cicilannya setiap bulan. Dari kasus inilah kita bisa melihat bagaimana perencanaan keuangan ternyata dibutuhkan sejak dini, sehingga nantinya kita tidak kewalahan.

Salah satu strategi yang dapat membantu kita dalam perealisasian perencanaan keuangan adalah dengan berinvestasi sejak dini. Melihat kembali kajian-kajian yang telah ditulis oleh Departemen Kajian IBEC FEB UI sebelumnya yang membahas trade off antara konsumsi berbasis gaya hidup dan investasi, kita dapat melihat bagaimana investasi ternyata dapat sangat membantu kita untuk mewujudkan kemapanan finansial di masa mendatang.

Sebagai mahasiswa yang memiliki kesibukan rutin di dalam kampus, investasi merupakan hal yang lebih ideal dilakukan jika dibandingkan dengan berbisnis atau bekerja paruh waktu mengingat jadwal akademis yang sangat padat. Investasi sangat mudah dilakukan karena tidak menyita banyak waktu, tenaga, dan pikiran, serta tidak membutuhkan kendali penuh dari kita sendiri. di samping itu, kita dapat dibantu oleh broker sebagai pendamping kita dalam berinvestasi. maka dari itu, ketika kita baru akan memulai untuk berinvestasi, kita tidak perlu khawatir akan minimnya kemampuan yang kita miliki.

Investasi sendiri merupakan hal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT memerintahkan kita untuk menjaga harta sebagaimana firman Allah yang terdapat dalam Surat Al-Isra ayat 26-27. iInvestasi dalam Islam disebut juga mudharabah, dimana kita menyerahkan modal uang kepada orang yang berniaga sehingga keuntungannya akan dibagi sesuai dengan kesepakatan. 

Investasi sendiri melibatkan dua orang, pertama pihak yang memiliki modal tetapi tidak pandai dalam melakukan usaha / bisnis, kedua pihak yang tidak mempunyai modal tetapi pandai dalam melakukan usaha / bisnis. Kontrak investasi dalam Islam dikategorikan sebagai kontrak amanah, yaitu kedua pihak dihukumkan sebagai rekan bisnis yang saling membantu (pembagian untung dan rugi) berdasarkan modal dari keduanya atau kita kenal dengan musyarakah. Artinya, tidak ada pihak yang menjadi penjamin atas pihak yang lainnya.

Para ulama sepakat bahwa sistem penanaman modal ini diperbolehkan. dasar hukum dari sistem ini adalah ijma’ ulama yang memperbolehkannya. diriwayatkan juga dari al-Alla bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari kakeknya bahwa Utsman bin Affan memberinya uang sebagai modal usaha dan keuntungannya dibagi menjadi dua.

Investasi yang berarti menunda pemanfaatan harta yang kita miliki pada saat ini, atau berarti menyimpan, mengelola dan mengembangkannya merupakan hal yang dianjurkan dalam Al-Qur’an seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an:

Allah swt berfirman :

يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ (46) قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ (47) ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ (48) ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ (49) } [يوسف: 46 – 49

Surat Yusuf 12: ayat 46-50.
Artinya:

12:46. (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, dia berseru): “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.”

12:47. Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

12:48. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

12:49. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.” (QS Yusuf 12:46-49.)

Ayat diatas mengajarkan kita untuk tidak menggunakan seluruh harta yang kita miliki setelah mendapatkannya. Maksud dari tidak menggunakan seluruh harta yang kita miliki adalah kita tidak menggunakan harta tersebut untuk hal yang tidak bermanfaat, karena akan menjadikan kita sebagai orang yang boros. Allah SWT sendiri tidak suka dengan sifat pemboros.

Bagaimanapun, sebagai mahasiswa, kita pasti memiliki hambatan-hambatan dalam berinvestasi. Mungkin di antaranya adalah modal dan pengetahuan yang terbatas, serta mungkin pertanyaan-pernyataan seperti ‘darimana saya harus memulai?’. Maka dari itu, penulis menyarankan beberapa produk investasi yang sekiranya cocok bagi mahasiswa dengan segala hambatan-hambatannya.

Tipe investor dibagi menjadi tiga tipe yang dilihat dari profil resikonya, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. profil risiko ini sendiri merupakan suatu indikator yang digunakan sebagai bahan penilaian sejauh mana seseorang dapat mentolerir risiko dalam berinvestasi. profil risiko ini penting untuk diketahui oleh investor, terutama bagi investor pemula yang baru saja ingin terjun ke dalam dunia investasi, yang memiliki risiko seperti investasi reksadana atau investasi saham. berikut adalah penjelasan singkatnya.

  • Konservatif

Cenderung memilih instrumen investasi yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, misalnya deposito. Sedangkan untuk jenis instrumen berisiko seperti obligasi atau saham, dia hanya mengalokasikan sebagian kecil dari dana investasinya.

  • Moderat

Cenderung berani mengambil risiko yang lebih besar, namun tetap berhati-hati dalam memilih jenis instrumen investasi, dan biasanya membatasi jumlah investasi pada instrumen berisiko.

  • Agresif

Cenderung berani mengambil risiko yang lebih tinggi sehingga berani menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen berisiko.

Setelah mengetahui tipe investor manakah anda⁷penulis akan merekomendasikan beberapa produk investasi dari pasar komoditas, pasar uang, dan pasar modal.

Pasar modal

  • Saham

Saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) pada suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim (hak) atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Di pasar sekunder (bursa) atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Permintaan dan penawaran atas suatu dipengaruhi banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik berhubungan saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut berada) maupun faktor yang sifatnya makro atau eksternal, seperti perkembangan tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik.

Keuntungan memiliki Saham

A. Mendapatkan dividen

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh Dewan Direksi perusahaan dan disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

B. Capital Gain

Capital Gain adalah keuntungan ketika investor menjual saham dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya. Saham merupakan aset yang likuid, jadi mudah untuk diperjualbelikan (via Bursa)

Risiko memiliki Saham

A. Tidak Mendapatkan Dividen

Umumnya perusahaan membagi dividen ketika perusahaan menunjukkan kinerja yang baik. Namun ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja atau merugi maka perusahaan tidak dapat membagikan dividen. 

B. Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan Capital Gain. Hal ini terjadi jika kita menjual saham yang kita miliki lebih rendah dari harga beli.

C. Risiko Likuidasi

Jika Emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban Emiten dibayarkan. Kemungkinan terburuknya adalah jika tidak lagi aktiva yang tersisa, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa.

  • Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan Efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi merupakan salah satu investasi Efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga, dibandingkan dengan saham.

Jenis-jenis obligasi pada umumnya:

  1. Obligasi Pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI. Pemerintah menerbitkan obligasi dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah/ Sukuk Negara.
  2. Obligasi Korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada Obligasi Korporasi yang telah diperingkat atau ada yang tidak diperingkat.
  3. Obligasi Ritel, yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. Biasanya ada beberapa jenis yaitu ORI atau Sukuk Ritel.
  • Reksadana saham

Reksadana saham memiliki portfolio berupa  saham. Portfolio tersebut dikelola oleh Manajer Investasi dengan cara membeli dan menjual saham. Hasil atau keuntungan yang didapatkan dari investasi reksadana saham adalah selisih kenaikan harga jual dan beli saham tersebut. Demikian juga kerugianya juga didapatkan dari selisih penurunan harga jual dan beli saham.

Berbeda dengan investasi saham lainnya, reksadana saham hanya bisa dilakukan pada saham perusahaan yang memiliki badan hukum dan tercatat di bursa efek Indonesia atau bursa efek luar negeri. Oleh karena itu tidak semua perusahaan dapat dibeli sahamnya oleh reksadana. Tujuannya sangat jelas, yaitu dengan terdaftarnya perusahaan tersebut di bursa efek maka ini akan melindungi para pemodal

Pasar Uang

  • Reksadana pasar uang

Reksa Dana Pasar Uang adalah reksa dana yang 100% berinvestasi di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun. Reksa Dana ini tidak mengenakan biaya pembelian dan penjualan kembali dan menawarkan potensi tingkat pengembalian lebih tinggi daripada rekening tabungan/koran. modal awal yang dilakukan tidak terlalu besar, dana bisa diambil tanpa denda, dan jangka investasi fleksibel.

Pasar Komoditas

  • Emas

Investasi emas adalah salah satu jenis alat investasi yang menarik. Investasi emas dipandang oleh sebagian besar investor sebagai alat investasi aman dan sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Emas merupakan bentuk logam mulia yang disebut juga dengan safe haven, yakni tempat tujuan investasi yang relatif aman saat instrumen investasi lainnya bergejolak.

Dengan adanya berbagai opsi investasi yang ditawarkan ini, generasi Z dan millenial sudah tentunya memiliki keinginan yang tinggi akan investasi. Bagaimana tidak, semua transaksi keuangan di Indonesia saat ini telah terjamin keamanannya dengan adanya lembaga penjamin atau lembaga yang menjaga modal investor untuk terhindar dari risiko fraud. Sudah banyak sekali kasus fraud yang terjadi baik di Indonesia maupun di Luar negeri yang membuat stigma bahwa investasi di instrumen keuangan Indonesia tidaklah aman, padahal apabila diteliti lebih lanjut dapat dilihat bahwa untuk saat ini dana yang dikumpulkan baik di pasar modal, pasar uang, maupun pasar komoditas merupakan dana yang terproteksi dan terjamin sendiri oleh institusi negara. Ditambah dengan adanya OJK sebagai pengawas dari aktivitas keuangan itu sendiri semakin menjamin keamanan akan investasi.

Penulis juga menyarankan untuk pada millenial untuk mendiversifikasikan portofolionya untuk menimalisir risiko investasi. Pada tahun 1952, Harry Markowitz menerbitkan sebuah makalah di Journal of Finance yang disebut Portfolio Selection. Dalam makalah ini, Markowitz menyarankan agar investor dapat membuat portofolio investasi yang dioptimalkan dengan memperhatikan aset dan diversifikasi. Markowitz kemudian menerima penghargaan Nobel di bidang ekonomi untuk karyanya ini pada tahun 1990. Gagasan utama dalam makalah ini adalah bahwa risiko aset individu dan potensi pengembalian instrumen investasi secara individu tidak terlalu penting terhadap kinerja keseluruhan portofolio. Sebaliknya, Markowitz melihat bagaimana mencapai portofolio optimal adalah berdasarkan pengembalian yang diharapkan untuk tingkat risiko tertentu. Idenya adalah dengan melakukan investasi yang terdiversifikasi untuk mengurangi risiko keseluruhan portofolio. Teori ini kemudian dinamakan sebagai Modern Portfolio Theory (MPT). MPT bekerja dengan asumsi bahwa investor enggan mengambil risiko, investor lebih memilih portofolio dengan risiko lebih rendah untuk tingkat pengembalian tertentu. Berdasarkan asumsi ini, investor hanya akan melakukan investasi berisiko tinggi jika mereka dapat mengharapkan return yang lebih besar. Seiring waktu, ide Markowitz membangun fondasi untuk model alokasi aset yang sebagian besar digunakan saat ini.

Diversifikasi terbukti mampu mengurangi risiko, namun hal penting berikutnya adalah investor harus menentukan tingkat diversifikasi yang paling cocok untuk mereka. Ini dapat ditentukan melalui apa yang disebut Efficient Frontier.

Efficient Frontier memberikan gambaran mengenai:

  • Di setiap level return (pengembalian), investor dapat membuat portofolio yang menawarkan risiko serendah mungkin.
  • Untuk setiap tingkat risiko, investor dapat membuat portofolio yang menawarkan pengembalian tertinggi.

Sebagai contoh: Ada 2 pilihan portofolio investasi yaitu portofolio A dan B. Portofolio A memberikan potensi keuntungan 15% dan risiko 10%, sedangkan portofolio B memberikan potensi keuntungan yang sama yaitu 15% namun memiliki risiko yang lebih tinggi, katakanlah 12%. Dari dua portofolio tersebut, investor pasti akan lebih memilih portofolio A, karena dengan tingkat pengembalian yang sama, namun risikonya lebih rendah. Begitulah kurang lebih cara kerja Efficient Frontier ini. Dengan penjelasan ini, maka dapat terlihat ada perlunya diversifikasi portofolio.

Dengan direkomendasikannya berbagai pilihan produk investasi – yang tertunya berprinsip syariah – oleh penulis, maka idealnya  mahasiswa tidak ragu lagi untuk memulai investasi. Tulisan ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk konsiderasi alternatif manakah yang akan dipilih sebagai kebutuhan berinvestasi, yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Dengan aktualisasi perencanaan keuangan sejak dini, maka akan semakin mudah bagi kita untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan besar di masa mendatang. Dengan berinvestasi pun kita telah memenuhi satu dari lima hal yang esensial menurut islam yang esensial dalam kehidupan ini, yaitu hifdzul maal. Maka dari itu, sebagai cendekiawan muslim yang masih disibukan dengan kewajiban mayor untuk menuntut ilmu, let the money work for you dengan cara berinvestasi.

Referensi

Al-Qur’an Al Kariim

Markowitz, H. (1952). Portfolio Selection. The Journal of Finance. 

Bogle, J. C. (2002). An Index Fund Fundamentalist. Journal of Portfolio Management. 

Roose, K. D., & Graham, B. (1955). The Intelligent Investor. The Journal of Finance. 

Galema, R., Lensink, R., & Spierdijk, L. (2011). International Diversification and Microfinance. Journal of International Money and Finance.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *