Efektivitas Sistem Bagi Hasil di Era Pandemi

Oleh: Evelyn Fairuz Wibowo (Ilmu Ekonomi Islam 2019), Staf Departemen Kajian IBEC FEB UI 2020

 

…. وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ  …

Potongan ayat Quran dalam Surah Al-Baqarah ayat 275 tersebut memiliki arti bahwa Allah SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, di mana salah satu bentuk riba tersebut adalah bunga bank. Oleh karena itu, ekonomi Islam tidak menggunakan konsep bunga tersebut. Sebagai alternatifnya, ekonomi Islam menganut sebuah sistem bagi hasil atau profit sharing system..

Secara sederhana, profit sharing system adalah sistem bagi hasil antara 2 pihak atau lebih yang besaran rasio bagi hasil dan jenis pembiayaannya telah disepakati di awal akad. Dalam ekonomi Islam, terdapat dua sektor yang menggunakan sistem bagi hasil, yaitu sektor bank syariah dan unit usaha syariah.  Konsep bagi hasil yang dianut bank syariah dan unit usaha syariah pun sama, yaitu berupa mudharabah dan musyarakah.

Mudharabah adalah perjanjian pembiayaan atau penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai dengan syariah. Sistem pembagian hasil usaha dalam mudharabah didasarkan pada kesepakatan yang telah disepakati di awal akad. Dalam bank syariah, produk yang menggunakan akad mudharabah ada dua yaitu, berupa tabungan khusus dan penyaluran dana. Sedangkan, musyarakah adalah perjanjian pembiayaan/penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati. Lalu, pembagian kerugian pada musyarakah berdasarkan pada proporsi modal masing-masing.

Sistem bagi hasil inilah yang membedakan sistem perbankan syariah dan unit usaha syariah dengan perbankan konvensional. Perbankan konvensional tidak mengacu pada konsep bagi hasil, melainkan mengacu pada suku bunga acuan yang diterbitkan Bank Indonesia atau BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR). Diferensiasi tersebut yang membuat bank dan unit usaha syariah diperkirakan dapat lebih tahan terhadap guncangan-guncangan yang terjadi dalam perekonomian.

Lain halnya dengan bank konvensional yang profitnya bergantung dengan suku bunga, bank dan unit usaha syariah yang menganut sistem bagi hasil mendapatkan keuntungan dari profit usaha yang dijalankannya. Walaupun rasio pembagian hasilnya sudah ditetapkan di awal akad, namun jika profit usaha yang dijalankan naik maka keuntungan yang didapat bank syariah juga akan meningkat. Selain itu, dalam upaya mencapai kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat, seorang muslim mengimplementasikan sebuah konsep yang bernama huquq. Huquq inilah yang membentuk seorang muslim untuk termotivasi oleh keinginan dirinya sendiri (self-interest) dan juga kewajiban dan pengorbanan diri untuk masyarakat dan naluri alamiah. Dalam hal ini, artinya seorang muslim dalam bertransaksi tidak hanya untuk mengejar keuntungan semata melainkan juga untuk pengorbanan diri kepada masyarakat. Dengan itu, sistem bagi hasil yang dianut bank dan unit usaha syariah dikatakan lebih tahan dalam menghadapi guncangan ekonomi.

Lalu mengapa bank konvensional dikatakan tidak “setangguh” bank syariah dalam menghadapi guncangan ekonomi? Salah satunya dikarenakan bank konvensional mengacu pada suku bunga yang sangat fluktuatif. Suku bunga mempunyai hubungan positif terhadap tingkat tabungan namun berhubungan negatif dengan investasi. Artinya, jika suku bunga naik, maka nasabah akan lebih banyak menabung karena timbal balik yang didapat akan lebih banyak dari sebelumnya. Namun sebaliknya, saat suku bunga naik maka hal tersebut akan meningkatkan cost dan dapat memicu inflasi yang lebih tinggi serta akan mempersulit bank tersebut untuk menginvestasikan dananya ke sektor riil dan tentu akan memperkecil profit yang diterima bank konvensional tersebut. Begitu pula sebaliknya, ketika suku bunga turun maka tabungan akan menurun sedangkan investasi akan meningkat.

Dilansir dari siaran pers di situs Bank Indonesia bahwa di tahun ini, Bank Indonesia sudah empat kali menurunkan suku bunga. Pertama, setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Lalu yang kedua adalah saat RDG Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Yang ketiga adalah setelah RDG pada tanggal 17-18 Juni 2020 yang akhirnya memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25%. Dan yang keempat adalah penurunan BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 4,00% yang diputuskan setelah RDG pada tanggal 15-16 Juli 2020.

Penurunan suku bunga acuan ini ditujukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi. Namun, beberapa ahli melihat kebijakan moneter ini tak akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi apalagi terhadap profitabilitas bank konvensional. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penurunan suku bunga akan membuat tingkat tabungan menurun dan investasi meningkat. Akan tetapi, mengingat sebagian besar sektor ekonomi yang sedang memburuk di era pandemi saat ini, maka sepertinya usaha untuk meningkatkan investasi akan lebih sulit dan akan menyebabkan penurunan profit pada bank konvensional.

Suku bunga yang menjadi acuan bank konvensional sangat fluktuatif, sementara sistem bagi hasil yang digunakan bank dan unit usaha syariah lebih stabil menghadapi guncangan ekonomi. Namun apakah sistem bagi hasil tersebut terbukti lebih tahan terhadap guncangan ekonomi di era pandemi ini?

PERSENTASE PENDAPATAN BAGI HASIL
Januari Februari Maret
160,84 173,02 169,77

Tabel 1.1.Persentase Pendapatan Bagi Hasil Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah

Sumber : Statistik Perbankan Syariah,  Otoritas Jasa Keuangan (Mei 2020) dan diolah penulis

 

PERSENTASE PENDAPATAN BUNGA
Januari Februari Maret
2.711,403 1.426,27 819,003

Tabel 1.2.Persentase Pendapatan Bunga pada Bank Konvensional

Sumber : Statistik Perbankan Indonesia,  Otoritas Jasa Keuangan (April 2020) dan diolah penulis

 

Dalam tabel tersebut dapat dilihat persentase pendapatan bagi hasil serta pendapatan bunga terhadap laba bersih pada kuartal 1 tahun 2020. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa pada bulan Februari terdapat kenaikan persentase pendapatan bagi hasil baik dari Bank Umum Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS). Namun, hal sebaliknya terjadi pada bulan Maret. Pada bulan Maret terjadi penurunan pendapatan bagi hasil yang diterima BUS dan UUS. Lalu, dalam tabel 1.2. dapat dilihat bahwa persentase pendapatan bunga yang diperoleh bank konvensional dalam kuartal 1 ini terus menurun setiap bulannya. Hal tersebut menunjukan bahwa sistem bagi hasil yang digunakan BUS dan UUS juga terkena dampak dari pandemi ini. Walaupun, dampak terbesar dari pandemi ini lebih dirasakan oleh bank konvensional akibat pendapatan bunga yang terus menurun.

DANA PIHAK KETIGA

(Miliar Rupiah)

Januari Februari Maret April
Bank Konvensional 5.655.236 5.744.591 5.924.944 5.839.044
Bank Syariah 286.486 291.069 289.363 289.046

Tabel 1.3. Dana Pihak Ketiga Bank Konvensional dan Bank Syariah

Sumber : Statistik Perbankan Indonesia,  Otoritas Jasa Keuangan (April 2020) dan diolah penulis

 

Tabel di atas merupakan total dana pihak ketiga yang diperoleh oleh bank umum syariah dan bank umum konvensional. Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa mulai bulan Maret bank syariah mengalami penurunan pada dana pihak ketiganya seperti halnya yang dialami bank konvensional pada bulan April. Data tersebut merupakan indikator lain yang menunjukan bahwa dalam era pandemi ini sistem bagi hasil yang digunakan bank syariah tidak setangguh biasanya.

 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah karena pandemi ini membuat hampir seluruh sektor ekonomi mengalami kerugian. Diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat interaksi masyarakat menjadi terbatas sehingga membuat aktivitas perekonomian menurun. Usaha yang dijalankan oleh BUS dan UUS tentu juga terkena dampaknya bahkan ada beberapa usaha yang merugi dan terancam tutup. Dilansir dari statistik perbankan syariah, jumlah kantor layanan syariah dari Unit Usaha Syariah (UUS) pada bulan Maret menurun dari 3.038 menjadi 3.022. Penutupan sejumlah kantor layanan tersebut tentu menjadi contoh nyata yang menyebabkan penurunan pendapatan bagi hasil.

 

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa walaupun sistem bagi hasil yang dianut bank umum syariah dan unit usaha syariah dikatakan dapat lebih tahan menghadapi guncangan ekonomi, namun di era pandemi saat ini sistem bagi hasil juga ikut “terguncang”. Hal tersebut karena pandemi ini menyebabkan krisis kesehatan yang berdampak besar pada berbagai sektor terutama sektor ekonomi. Akan tetapi, bukan tidak mungkin bahwa dalam kuartal 2 ini bank dan unit usaha syariah dapat bangkit kembali mengingat roda perekonomian di Indonesia yang sudah mulai kembali normal.

Referensi

BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun 25 bps menjadi 4,00%:Bersinergi Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional – Bank Sentral Republik Indonesia. (2020). Retrieved 17 July 2020, from https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_225220.aspx

BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun 25 bps Menjadi 4,50%: Menjaga Stabilitas, Memitigasi Risiko COVID-19 – Bank Sentral Republik Indonesia. (2020). Retrieved 6 July 2020, from https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_222220.aspx

BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun 25 bps Menjadi 4,75%:Memperkuat Stabilitas, Mendorong Momentum Pertumbuhan – Bank Sentral Republik Indonesia. (2020). Retrieved 6 July 2020, from https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/SP_221320.aspx#:~:text=Rapat%20Dewan%20Gubernur%20(RDG)%20Bank,bps%20menjadi%205%2C50%25.

BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun 25bps menjadi 4,25%:Bersinergi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional dari COVID-19 – Bank Sentral Republik Indonesia. (2020). Retrieved 6 July 2020, from https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_224620.aspx

Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Statistik Perbankan Syariah. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan. Retrieved from https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/data-dan-statistik/statistik-perbankan-syariah/Documents/Pages/Statistik-Perbankan-Syariah—Maret-2020/SPS%20Maret%202020.pdf

Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Statistik Perbankan Indonesia. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan. Retrieved from https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/data-dan-statistik/statistik-perbankan-indonesia/Documents/Pages/Statistik-Perbankan-Indonesia—April-2020/SPI%20April%202020.pdf

Furqani, H. (2015). Individual and society in an Islamic ethical framework: Exploring key terminologies and the micro-foundations of Islamic economics. Humanomics. https://doi.org/10.1108/H-04-2014-0037

Helen, D. (2020). BANK SYARIAH: Apa Itu Tabungan Mudharabah? | Finansial – Bisnis.com. Retrieved 4 July 2020, from https://finansial.bisnis.com/read/20140906/232/255535/bank-syariah-apa-itu-tabungan-mudharabah#:~:text=Salah%20satu%20produk%20simpanan%20dalam%20industri%20ini%20yaitu%20tabungan%20mudharabah.&text=Dengan%20memilih%20tabungan%20mudharabah%2C%20nasabah,nasabah%20tersebut%20untuk%20membiayai%20usaha.

Putu Eka Wiratmini, N. (2020). Pengamat: Suku Bunga Turun, Kredit Berpotensi Lesu Hingga Akhir Tahun | Finansial – Bisnis.com. Retrieved 5 July 2020, from https://finansial.bisnis.com/read/20200409/90/1225076/pengamat-suku-bunga-turun-kredit-berpotensi-lesu-hingga-akhir-tahun

Ridhwan. (2016). Analisis pengaruh suku bunga dan inflasi terhadap profitabilitas PT.Bank Syariah Mandiri. In Jurnal Penelitian Universitas Jambi seri humaniora.

Surat Al-Baqarah Ayat 275. (2020). Retrieved 26 June 2020, from https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-275

UM, W. D. P. (2019). Perbandingan penerapan prinsip bagi hasil pada Bank Umum Syariah dengan unit usaha syariah di Kota Malang/Lisanati. SKRIPSI Mahasiswa UM.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *