Corporate Social Responsibility Dalam Perspektif Islam

Oleh: Ahmad Afif Hardiyanto (Ilmu Ekonomi Islam 2018), Staf Departemen Penelitian IBEC FEB UI 2019

Pendahuluan

Industri keuangan saat ini berkembang dengan sangat pesat baik di negara maju maupun berkembang. Hal ini tentu tidak terlepas dari adanya lembaga keuangan yaitu bank. Bank sendiri sejatinya memiliki peranan penting dalam mengatasi permasalahan sosial, lingkungan, dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lewat penerapan Corporate Social Responsibility (CSR). Industri keuangan pun telah berkomitmen menyusun strategi yang berkelanjutan untuk CSR sebagai bentuk timbal balik dari operasional bisnis terhadap masyarakat sekitar. Strategi dari setiap bank pun bervariasi, bank-bank di negara berkembang menunjukkan CSR mereka memiliki keunikan yang berbeda dari lembaga sejenis di dunia barat.

Aktivitas CSR bank konvensional di negara berkembang belum mendapat perhatian yang cukup secara akademis, apalagi terkait bank syariah. Selain itu, penelitian komparatif mengenai praktik CSR bank syariah dengan konvensional juga masih sangat sedikit. Penelitian ini bahkan bisa dibilang sebagai studi pertama yang meneliti motivasi institusional bank syariah terhadap CSR.

Penelitian ini berasal dari keresahan terkait perbedaan metode CSR yang digunakan bank syariah dan konvensional di negara berkembang. Studi ini mencoba mengetahui bagaimana dan sejauh mana bank syariah dan konvensional melakukan CSR untuk merespon tuntutan yang ada serta mengetahui apakah ada persamaan atau perbedaan dalam praktiknya. Untuk tujuan itu, dilakukan analisis terhadap perbedaan dalam tindakan, pelaku, motivasi dan hasil CSR di bank syariah dan konvensional lewat “kacamata” teori institusional yang akhirnya memberikan implikasi sosial dan manajerial.

Hasil dan Kesimpulan

Islam sebagai sebuah agama tentu sangat mempengaruhi setiap aktivitas hambanya, tidak terkecuali lembaga keuangan seperti bank syariah. Islam memiliki hukum yang disebut dengan syariah yang berasal dari kandungan isi Al-Qur’an dan Hadits. Syariah ini diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan umat Islam. Konsep CSR dalam Islam kemudian dihubungkan dengan prinsip Maqashid Syariah dan Maslahah. Maqashid Syariah adalah kebutuhan dasar setiap manusia yang wajib dipenuhi dan dijaga yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Apabila lima aspek ini mampu dipenuhi maka tercapailah Maslahah berupa keadaan yang mampu meningkatkan kedudukan manusia. Jika Maqashid Syariah dan Maslahah dapat dilakukan maka terwujudlah Falah yaitu kesejahteraan yang seimbang antara dunia dan akhirat. Berdasarkan kondisi tersebut, bank syariah dalam menjalankan bisnisnya haruslah tetap memberikan keuntungan baik bagi perusahaan maupun lingkungan yang diwujudkan dengan CSR.

Berfokus pada pengaruh lembaga formal dan informal, riset ini menghasilkan beberapa implikasi terkait motivasi, strategi, tindakan, dan hasil CSR oleh bank syariah dan konvensional yang berada di negara berkembang yang sama namun berada di bawah identitas yang sangat berbeda.

Tabel diatas menunjukkan pengaruh dari beberapa institusi terhadap CSR yang dilakukan oleh bank syariah dan konvensional menggunakan kerangka National Business System (NBS) serta level analisis yang berbeda terhadap aktivitas CSR yang dilakukan oleh bank syariah maupun bank konvensional.

Bank syariah dalam setiap aktivitas mereka termasuk CSR selalu menerapkan prinsip syariah. Sebagian besar tindakan mereka adalah murni filantropis yang dapat digunakan untuk membangun image namun tidak memfasilitasi perubahan sosial. Di sisi lain, bank konvensional melakukan inisiatif CSR yang sejalan dengan unit bisnis utama mereka sehingga memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi. Salah satu alasan yang menyebabkan bank konvensional memiliki komitmen lebih tinggi terhadap CSR adalah untuk mendapatkan kepercayaan publik karena mereka tidak memiliki dasar identitas yang kuat seperti bank syariah.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi berkelanjutan bank syariah perlu dikembangkan agar bisa bersaing dengan bank konvensional. Akibatnya, CSR yang seharusnya menjadi bagian endogen dari keuangan Islam, perlu secara aktif mengatasi kekosongan kelembagaan formal seperti financial exclusion. Selain itu, perlu ada bentuk eksplisit CSR yang melekat pada inti bisnis mereka (selain filantropi) agar mampu berkontribusi pada kesejahteraan manusia yang konsisten dengan prinsip syariah. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berkontribusi untuk meningkatkan pemahaman manajer bank tentang apa yang harus dilakukan agar pelanggan dan masyarakat bisa sama-sama merasakan kemanfaatan (win-win solution).

Penulis jurnal ini menyadari bahwa hasil penelitian masih sangat terbatas karena ukuran sampel yang kecil di satu negara berkembang menyebabkan generalisasi tidak bisa dilakukan. Oleh karenanya, dianjurkan dilakukan penelitian lebih lanjut di negara lain untuk melengkapi temuan awal ini dan mengetahui bagaimana CSR (selain filantropi) bank syariah dan konvensional  dapat mendorong pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.

Hikmah

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.

HR. BUKHARI NO. 6951 DAN MUSLIM NO. 2580

Wallahu A’lam Bishawab

Referensi

Aracil, Elisa. (2019), Corporate Social Responsibility of Islamic and Conventional Banks. International Journal of Emerging Markets. Vol. 14 No. 4, pp. 582-600. https://doi.org/10.1108/IJOEM-12-2017-0533/full/html

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *